fbpx

Unik | “Jak Bisan Bak Mak Tuan”, Adat Nagan Raya Hari Raya Tahun Pertama Pernikahan

Foto : istimewa (fb)

KABARANDALAN.COM, Suka Makmue – Antar besan keluarga mempelai wanita (Jak bisan rumoh mak tuan ureng ineng) terhadap keluarga mempelai laki-laki selepas Hari Raya Idul Fitri ditahun pertama pernikahan.

Dalam acara tersebut diikuti dengan adat dan istiadat ciri khas Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Segenap sanak famili keluarga mempelai wanita akan membawa sejumlah Kue Khas Aceh (karah dan bungoeng kaye) dengan ukuran jumbo dan diikuti kue-kue tradisional lainnya.

Keunikan adat istiadat terus terjaga mulai dari leluhur dahulu sampai sekarang, acara “jak bisan bak mak tuan” terjadi saat menghadapi lebaran pertama usai pernikahan, jikapun ditunda ke lebaran berikutnya maka dianggap sebuah aib keluarga, bisa dikatakan keluarga mempelai wanita tidak tau adat istiadat khas Nagan Raya, Aceh.

“Kita mempersiapkan mulai dari jamuan (khenduri) keluarga mempelai wanita, selain itu juga kita persiapkan sejumlah uang sebagai bentuk bantuan agar meringankan beban keluarga. Uang tersebut bentuk penghargaan dari keluarga mempelai laki-laki agar tidak merasa malu saat tempat kue dikembalikan,” ucap salah satu warga simpang peut saat ditanyakan wartawan Kabarandalan.com disalah satu warung kopi kawasan itu. Senin sore, 1 Juni 2020

Ia juga menambahkan, adat istiadat (rameune) wajib diikuti oleh setiap kalangan masyarakat tidak terkecuali mulai keturunan para raja-raja maupun masyarakat biasa.

“Kita bangga tehadap Nagan Raya, sampai saat ini masih mempertahankan adat istiadatnya tak terkecuali mulai dari garis keturunan raja-raja atau rakyat biasa, hanya saja mungkn tingkat jumlah dan bentuk kue yang berbeda,” tambahnya.

Setiap ahli waris pihak suami (keluarga mempelai laki-laki) akan bermusyawarah dan memberikan sedikit bantuan (uang.red) kepada keluarga sebagai bentuk penghargaan saat tempat kue tersebut dikembali kepada pihak wanita.

“Disini pihak keluarga Linto akan bermusyawarah dengan keluarga inti (ahli waris) mengenai pengembalian “Asoe Talam” dan biasanya sebagai bentuk penghargaan akan diberikan sejumlah uang yang disumbangkan oleh ahli keluarga Linto dan pihak ahli waris laki-laki akan berikan sepotong atau beberapa potong kue sesuai kemampuan (uang. Red) ahli keluarga tersebut saat menyumbang sedikit bantuan (uang.red),” tutupnya (red)

Baca Juga:  Anggota DPRK Said Alwie Arif Pimpin Ormas Al Washliyah Nagan Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *