fbpx
DAERAH  

Tolak Multi Years, Masyarakat Sesalkan Oknum DPRA Dapil Aceh IV

Foto : Albar, S.H, M.Pd. (Dok.Pribadi)

KABARANDALAN.COM, TAKENGON : DPRA Akhirnya membatalkan pembangunan 12 ruas jalan dalam proyek multi years (Tahun Jamak) pemerintah Aceh melalui sidang paripurna pekan lalu, keputusan DPRA membatalkan proyek tersebut menuai protes dari berbagai element masyarakat di Aceh.

Kali ini protes itu datang dari masyarakat dataran tinggi gayo (Aceh Tengah), ‘Albar, S.H, M.Pd’ salah satu tokoh pemuda Aceh Tengah, menyayangkan sikap salah satu oknum Anggota DPRA berinisial ‘BS’ berasal dari Dapil 4 Aceh meliputi Aceh Tengah dan Bener Meriah dengan lantang menolak dan bersemangat untuk membatalkan pelaksanaan proyek multi years Pemerintah Aceh tahun anggaran 2020 – 2022 yang didalamnya terdapat proyek pembangunan ruas jalan Sp.Tiga Redelong – Pondok Baru – Samar Kilang. Senin,(27/7/2020).

Albar mengatakan, sikap ‘BS’ sangat melukai hati masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah yang merupakan Daerah Pemilihan dirinya ketika maju sebagai kandidat calon Anggota Legislatif pada Pileg lalu.

“BS Terlalu lantang berbicara dan terlalu bersemangat, tetapi sangat kita sayangkan kelantangannya berbicara dan semangat juangnya ia gunakan untuk menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan pribadi serta kelompoknya tanpa sedikitpun memikirkan rakyat yang telah memberikan mandatnya sehingga ia bisa duduk dikursi berputar sebagai Anggota DPRA,” Cetus Albar dengan nada kesal.

Albar menambahkan, kondisi jalan Sp.Tiga Redelong – Pondok Baru – Samar Kilang saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan.

Terlebih bagi masyarakat di Samar Kilang, sampai saat ini belum bisa menikmati jalan yang bagus dan mulus. “Sayang mereka disana, tidak bisa menikmati pembangunan seperti di Daerah lain, memiliki jalan yang bagus dan mulus,” Imbuh Albar.

Menurut Albar, akses jalan ke Samar Kilang sangat sulit untuk dilalui, terutama yang paling parah itu di ruas jalan dari Rusip ke Samar Kilang.

Dengan kondisi kesulitan akses seperti itu, seharusnya oknum anggota DPRA ‘BS’ mendukung pemerintah untuk membangun ruas jalan dimaksud, bukan malah sebaliknya.

“Apa yang di lakukan ‘BS’ sangat melukai hati masyarakat, kalau saya bilang “BS” itu Wakil Rakyat yang tidak memikirkan Nasib Rakyat,” Terang Albar.

“Saya akan sampaikan kepada masyarakat, bahwa untuk pesta demokrasi kedepan kita harus berhati hati dan teliti lagi dalam memilih wakil kita di parlemen agar kita tidak di kecewakan kembali oleh mereka yang telah kita percayakan,” Tegas Albar.

Albar menambahkan, Pembatalan proyek multi years oleh DPRA membuka kembali mata hati kita, untuk lebih selektif lagi memilih wakil kita dari dapil 4 diparlemen kedepan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Seperti sikap ‘BS’ yang tidak berpihak kepada rakyat, menurut saya sungguh sangat mengecewakan hati rakyat terutama mereka yang langsung merasakan imbas dari pembangunan ruas jalan tersebut. Menurut saya ‘BS’ tidak layak lagi untuk dipilih kembali menjadi wakil rakyat di lembaga legislatif kedepan. Tambahnya lagi.

Dalam hal ini kita akan sikapi selaku pemuda dan akan kita sampaikan kepada Masyarakat bagaimana sikap ‘BS’ di DPRA yang enggan membela dan berpihak kepada rakyat. Tutup Albar. [Srl/Red].

Baca Juga:  Perpanjang Masa Belajar Di Rumah, LP2A ; Pemerintah Aceh Konsisten Lawan Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *