fbpx
DAERAH  

Terkait Deposito Anggaran Rp. 2 Triliun, Pemerintah Aceh diminta Transparan Mengenai Dana Abadi Pendidikan

KABARANDALAN.COM., BANDA ACEH- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dr. Teuku Raja Keumangan, SH., MH dalam kunjungannya ke Jakarta (senin 23 Januari 2023), ikut mendiskusikannya banyak hal dengan tokoh-tokoh Aceh termasuk pertemuannya bersama Mustafa Abu Bakar yang membicarakan mengenai deposito dana abadi pendidikan sebesar 1.8 triliun masa Pj Gubernur Aceh di jabat Musta Abu Bakar (2005-2007, red). Mengutip ulang keterangan yang disampaikan Mustafa Abu Bakar, wakil ketua DPRA dari fraksi Golkar ini menjelaskan bahwa “kemarin saat saya di Jakarta sempat berdiskusi dengan Pak Mustafa Abubakar yang ikut menceritakan bahwa masa kepemimpinannya sempat menyisihkan dana abadi pendidikan sebesar Rp 1,8 triliun untuk ditempatkan pada Bank Pembangunan Aceh/BPD).

Baca Juga:  Plt Gubernur Terima Kunjungan Petugas Kesehatan

Anggaran sebesar itu di tambahkan TRK juga pernah ditempatkan sebelumnya oleh Pjs. Gubernur Aceh masa kepemimpinan Azwar Abubakar (2004-2005, red) sebesar Rp 200 miliar sehingga totalnya telah mencapai Rp 2 triliun, cetus TRK. Hanya sanya, yang cukup disayangkan adalah keberadaan deposito dana abadi pendidikan tidak di ikat oleh regulasi qanun yang mengikat sehingga keberadaannya terbilang “misterius” dan berpotensi disalahgunakan serta informasinya simpang siur, ungkap TRK. Untuk itu, TRK meminta agar pansus DPRA bisa kembali mempertanyakan serta menelusuri status alokasi deposito dana 2 triliun tersebut untuk di clear-kan sehingga tidak menimbulkan kecurigan public atas kinerja eksekutif yang berkuasa.

Baca Juga:  Perayaan Hari Veteran Nasional ke-74, Wakil Ketua DPRA Berpesan; Anak Muda Harus Memiliki Spirit Cinta Tanah Air

“Terkait kebijakan strategis mengenai dana abadi pendidikan Aceh yang tergolong fantastis, kita berharap pansus DPRA bisa mencari tahu bagaimana dan dimana dana Rp 2 triliun itu sekarang, biar ada kejelasan sejelas-jelasnya,” ujar politisi senior partai Golkar Aceh.

Ditambahkan TRK bahwa sudah ada upaya sebelumnya dari Komisi DPRA yang mempertanyakan dan menelusuri dana tersebut ke Bank Aceh tetapi belum ada kejelasan, sehingga ikut dipertanyakan dalam sidang rapat paripurna DPRA periode Gubernur seblumnya, ungkap Wakil Ketua DPR Aceh.

Politisi senior partai Golkar Aceh itu menjelaskan kebijakan deposito dana abadi pendidikan harus dikelola oleh pemerintah secara tranparan dan akuntable. Kita mendorong  praktek pengelolaan yang tranparan bisa menjadi praktek kebijakan strategis jangka panjang untuk pengembangan pendidikan Aceh sehingga berdampak signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, diungkapkan TRK masih terdapat banyak problem pendidikan saat ini yang harus di tuntaskan, dan keberadaan dana abadi pendidikan sangat urgent untuk melakukan pembiyaan mendorong peningkatan kesejahteraan guru, penguatan riset dan kajian strategis pendidikan, pemberian beasiswa serta pembiayan berbagai kebijakan strategis pada pengembangan pendididikan pesantren (dayah) di Aceh, tutur Doktor Teuku Raja Keumangan. (*)

Baca Juga:  Kemendagri Berikan Respon Terkait Isu Perpanjangan Jabatan Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *