fbpx
DAERAH  

Sanusi Madli : Proyek Multiyears Bagian Dari Wujud Keadilan Untuk Ala Abas

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Isu perjuangan pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS) kembali mencuat kepermukaan setelah sempat meredam beberapa tahun terakhir, sebelumnya salah satu alasan munculnya gerakan perjuangan pemekaran tersebut karena kurangnya perhatian dari pemerintah, baik pemerintah aceh maupun pemerintah pusat, perhatian yang diharapkan masyarakat daerah tersebut berupa pemerataan pembangunan sebagaimana daerah daerah lainnya di Aceh.

Aktivis Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (Lemkaspa) Aceh, Sanusi Madli ikut merespon munculnya wacana pemekaran Provinsi Ala Abas, menurut sanusi, isu pemekaran tersebut sangat wajar terjadi, hal ini disebabkan belum meratanya pembangunan terutama akses jalan lintas kabupaten yang berpengaruh pada kemajuan dan perkembangan daerah serta peningkatan ekonomi masyarakat belum terwujud. Sabtu, (19/09/2020).

Baca Juga:  Al Hudri; Kemampuan Digital Guru Harus Lebih Baik Dari Siswa

“Menurut kami yang mendasari wacana itu mencuat kembali adalah soal keadilan pembangunan dan keadilan kesejahteraan, ada harapan mereka yang belum terwujud, diantaranya soal akses jalan lintas kabupaten yang berpengaruh pada pertumbuhan dan kemajuan daerah, akses jalan ini menjadi bagian penting dalam memajukan daerah serta peningkatan kesejahteraan rakyat, dengan adanya akses jalan, hasil pertanian dan perkebunan akan lebih mudah dipasarkan, dengan adanya akses jalan, mobilitas penduduk menjadi tinggi dan ini berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian masyarakat,” ujar sanusi

Baca Juga:  SAH, Ahmad Jaden Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Periode 2021-2022

Sanusi melanjutkan, pembangunan 12 ruas jalan dalam skema proyek multiyears yang mengkoneksikan antar kabupaten merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah aceh terhadap daerah yang selama ini belum terkoneks.

“Proyek Multiyears ini adalah bagian dari wujud keadilan bagi rakyat yang berada didaerah Leuser Antara dan Barat Selatan, maka sangat wajar proyek ini mendapat dukungan dari para kepala daerah serta tokoh masyarakat, bahkan ada yang mengancam bila proyek ini gagal, mereka akan meminta pisah dari Aceh dan membentuk provinsi baru,” ungkap mantan ketua DPM Unsyiah ini

Baca Juga:  Pendaftar Panwaslucam Nagan Raya Mencapai 311 Peserta, Berikut Tanggal dan Link Pengumumannya

Sanusi berharap, dengan terlaksananya proyek multiyears ini, niat para pejuang pemekaran berubah, dan mari bersama sama mendukung serta mengawasi jalan nya proyek pembangunan tersebut, mudah mudahan paska terlaksana proyek ini, program lainnya dapat terwujud, seperti peningkatan sarana fasilitas pendidikan, kesehatan, olah raga, sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat serta berbagai program kegiatan lainnya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat daerah.

“Mari kita jaga dan rawat Aceh ini, jangan sampai bercerai berai, bersama sama kita jaga sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 3, UUPA No. 11 Tahun 2006,” tutup sanusi. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *