fbpx
DAERAH  

Rusak Puluhan Tahun, Jalan Kampung Baru Bener Meriah Tak kunjung Diperbaiki

KABARANDALAN.COM, REDELONG – Masyarakat Kampung Baru KM 76 Kecamatan Timbang Gajah merasa kesal terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah, Lantaran Akses jalan di Kampung mereka sudah puluhan tahun tak kunjung diperbaiki.

Pasalnya, Saat ini jalan tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan tampak berlubang, rusak bahkan seperi tidak layak untuk di lalui oleh masrayakat setempat.

Jalan aspal yang sudah berusia hampir 23 tahun ini, layaknya sudah wajar untuk diperbaik/ditingkatkan menjadi lebih baik dan manusiawi. mengingat jalan ini juga dapat menghubungkan Kecamatan Timang Gajah dan Kecamatan Wih Pesam maupun desa lain yang termasuk dalam Kecamatan Timang Gajah, Ungkap Riska Safrizal, Ketua Pemuda Kampung Baru KM 76.

Baca Juga:  Sambut Danrem 011/LW yang Baru, Pemkab Aceh Utara Lakukan Peusijuek di Pendopo

Riska Menagatakan, Dalam kurun waktu 7 tahun terakhir jalan di desa kami sudah dalam kondisi rusak namun sampai sekarang tidak kunjung diperbaiki dan belum kami terima informasi bahwa jalan desa kami akan diperbaiki. Selasa, (29/12/2020).

Masyarakat kampung baru bahkan tidak memahami pasti status dan golongan jalan yang ada di desa mereka, yang jelas jalannya rusak parah, ditambah dengan beroprasinya galian c yang berada di desa ini menyebakab jalan terus dilalui truck dengan muatan yang beratnya hingga 11 ton setiap harinya.

“Kami tidak tau pasti status jalan desa kami yang ditetapkan oleh pemkab, yang jelas ini bukan jalan pusat atau jalan provinsi,” Kata Rizka kepada media ini, Selasa, 29 Desember 2020.

Baca Juga:  Brimob Aceh Bersama Tim Gabungan Padamkan Api di Aceh Barat

Dengan jalan yang seperti ini dilalui truc matreal operasional galian c yang ada di desa kami setiap harinya, apakah jalan kami sudah masuk kedalam rencana anggaran Kabupaten, Atau bagaimana, yang jelas kami masyarakat kampung baru menginginkan Pemkab Bener Meriah sebagai penyelengara jalan segera meninjau dan memperbaiki jalan kami ini sebelum terjadi kecelakaan, Lanjutnya.

Masyarakat kampung baru diwakili oleh ketua pemudanya menginginkan pemerintah kabupaten sebagai penyelengara jalan untuk menindaklanjuti masalah ini dengan meninjau dan segera memperbaikinya.

Baca Juga:  Ketua Fraksi Golkar DPRA Desak Pemkab Aceh Tenggara Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Untuk Masyarakat

Riska juga Menerangkan, Dalam Pasal 24 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, menyebutkan penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Dapat dipahami dari pasal tersebut, Dikaitan dengan masalah ini, penyelengara jalan kampung baru dalam hal ini pemkab bener meriah yang berwenang sebagai penyelengara jalan kabupaten wajib segera dan patut ,memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, perbaikian yang dimaksud seharusnya dilakukan bahkan sebelum terjadi kecelakaan, Ujar Rizka. [Sutris03/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *