fbpx

Pusat Potong Dana Otsus Aceh 1.8 T, Asib Amin ; Harus Ada Perhatian Semua Pihak

Asib Amin, Wakil Ketua Komisi V DPRA. (Dok.Ist)

Kabarandalan – Banda Aceh : Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan bahwa di tahun 2020 Aceh mendapat alokasi dana Otonomi Khusus (otsus) sebesar Rp.6,524 triliun, sebelumnya Aceh mendapat alokasi dana otsus sebesar Rp.8,374 triliun, artinya ada pemotongan sebesar Rp.1,8 Triliun.

Hal itu disampaikan oleh Drs.H.Asib Amin, Wakil Ketua Komisi V DPRA dalam rilisnya kepada media kabarandalan. Minggu, (28/06/2020).

Asib Amin menerangkan bahwa Alasan pemerintah RI melakukan pemotongan itu berkaitan dengan penyebaran wabah virus covid-19 di Indonesia yang berakibat pada menurunnya Pendapatan Negara.

Baca Juga:  Akademisi A Malik Musa Dukung Tetap Ada Opsi Dua Model System Bank Aceh

Akibat dari pemotongan itu, banyak program kegiatan dan proyek pembangunan fisik di Aceh yang anggarannya bersumber dari dana otsus tidak dapat dilaksanakan dan dikerjakan. Terang Asib Amin

Asib Amin menambahkan, pemotongan dana otsus sebesar Rp.1,8 triliun itu bisa jadi juga akan berdampak pada upaya penanganan dan pencegahan penyebaran wabah covid-19 di Aceh, apalagi pemerintah Aceh sudah memganggarkan anggaran penanganan dan pencegahan penyebaran wabah covid-19 sebesar Rp.1,7 triliun.

Baca Juga:  Menjelang Lebaran, Kadis DKP Aceh Sidak Ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin

Oleh karna itu Asib Amin meminta kepada pemerintah Aceh baik Eksekutif maupun Legislatif untuk mengambil sikap terkait dengan pemotongan anggaran dana alokasi khusus tersebut, pemerintah harus melayangkan protes yang disertai dengan analisa akibat dari pemotongan dana otsus, kita tidak boleh tinggal diam. Pinta Asib Amin.

Asib Amin menambahkan, selain pemerintah Aceh (Eksekutif & Legislatif), para tokoh Aceh serta Forum Bersama (Forbes) yang didalamnya adalah Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh juga harus turut serta untuk melayangkan protes dan menyampaikan bahwa masyarakat Aceh keberatan dengan keputusan pemerintah RI memotong dana otsus tersebut.

Baca Juga:  Gubernur Nova Buka Pasar Murah di Aceh Singkil

Intinya, kita semua bergerak secara bersama-sama untuk menyampaikan keberatan atas kebijakan pemerintah pusat terkait dana otsus Aceh yang di potong sebesar Rp.1,8 triliun. Mari kita lupakan kepentingan politik masing-masing, dan kemudian bersama-sama kita berbicara soal kepentingan dan pembangunan Aceh. Tutup Asib Amin. (Rilis/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *