fbpx

Plt Gubernur Terima Penghargaan Peduli Satwa Liar dari Kementrian Lingkungan Hidup

Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, beserta unsur Forkopimda Aceh lainnya, menerima piagam penghargaan sebagai pihak pemangku kepentingan yang mendukung konservasi satwa liar di Aceh dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ir. Wiratno, MSc di Banda Aceh, Selasa (4/8/2020)

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menerima piagam penghargaan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Penghargaan itu diterima Plt Gubernur Aceh sebagai salah satu pemangku kepentingan yang peduli dan mendukung konservasi satwa liar di Aceh. 

Penghargaan yang diserahkan oleh Dirjen KSDAE itu diterima langsung Plt Gubernur Nova, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa (4/8/2020). 

Selain Plt Gubernur, penghargaan tersebut juga diberikan untuk Wali Nanggroe Aceh, Ketua DPR Aceh, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Bupati Aceh Tamiang, Bupati Pidie, Bupati Bener Meriah dan Bupati Aceh Timur.  

Baca Juga:  Pengurus HPBM Banda Aceh Periode 2022-2023 Resmi Dilantik

Penghargaan juga diberikan untuk sejumlah individu dan organisasi lainnya yang telah berperan mendukung langkah-langkah konservasi satwa liar di Aceh. 

Plt Gubernur Aceh, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Ditjen KSDAE itu patut didukung dan diapresiasi. Sebab, selain memberi penghargaan terhadap kerja-kerja yang telahdilakukan kelompok masyarakat selama ini, kegiatan tersebut juga dapat menjadi cambuk agar semua pihak lebih aktif menjaga kelestarianlingkungan Aceh. 

“Dengan kegiatan ini, ekosistem dan keseimbangan alam di daerah kita tentu akan terjaga lebih baik, ” kata Nova. 

Nova mengatakan, Aceh merupakan daerah yang kaya akan keanekaragaman hayati. Hampir semua satwa yang terdapat di Pulau Sumatera terdapat di Aceh. 

Baca Juga:  Tgk Agam Ajak Semua Pihak Cegah Terjadinya Pendangkalan Aqidah

“Sebagian dari satwa itu terancam punah, dan benar-benar akan punah jika tidak ada tindakan untuk menyelamatkannya, ” kata Nova. 

Menurut Nova, dengan luas area hutan Aceh yang mencapai 3,5 juta hektar, maka tidak mudah bagi pihaknya untuk melindungi semua satwa liar tersebut. Oleh sebab itulah, ia mengajak tiap individu dan kelompok masyarakat untuk bekerjasama melindungi satwa liar yang berada di Aceh. 

“Pemberian  penghargaan hari inikepada sejumlah individu dan lembaga yang berperanmenjaga satwa liar di Aceh, pada dasarnya bertujuan untukmendorong kita semua agar lebih kompak, optimal danterkoordinir dalam melakukan upaya pelestarian satwa liaryang ada di daerah kita ini, “tutur Nova. 

“Kita nyatakan perang terhadap semua tindakan yangmerusak kelestarian lingkungan dan pemburuan satwa liar.Kita jadikan semangat perlindungan satwa liar ini sebagaibudaya bagi setiap warga, ” kata dia. 

Baca Juga:  Adnin A Salam Terpilih Jadi Ketua Periode 2021 - 2025

Sementara itu, Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak baik individu maupun organisasi  yang telah berperan mendukung langkah-langkah konservasi satwa liar di Aceh. 

“Konservasi Alam bukan hanya sekedar pekerjaan. Ia adalah jalan hidup yang dipilihkan Tuhan kepada kita. Maka bersyukurlah dengan cara bekerja ikhlas, bekerja keras, dan bekerja cerdas dalam menjalaninya, ” kata Wiratno. 

Wiratno menyebutkan, upaya konservasi alam dan satwa liar harus dilakukan dengan lima konsep. Yaitu, kepedulian, keberpihakan, kepeloporan, konsistensi dan kepemimpinan.

Dalam kesempatan tersebut Plt Gubernur Aceh turut didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Sahrial, dan Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *