fbpx

Pj.Bupati Nagan Raya Diminta Tinjau Kembali Penunjukan Tim RPJP

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Syahrul Wakil Ketua Bidang Kajian Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan DPP SiGAP Aceh meminta Pj. Bupati Nagan Raya untuk meninjau kembali keputusannya terkait penunjukan Personalia Tenaga Ahli Penyusunan Rancangan Awal RPJP Kabupaten Nagan Raya tahun 2025 – 2045.

Pasalnya, dalam lampiran surat keputusan Nomor : 000.07/249/Kpts/2023 tentang susunan personalia tenaga ahli penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Nagan Raya Tahun 2025 – 2045 tidak ada satupun nama putra/putri Nagan Raya di dalamnya.

Baca Juga:  Berikan Penyuluhan Anak di UPTD RSAN, Dinsos Aceh Dan Kemenag Jalin Kerjasama Pembinaan Rohani Anak

“Hal tersebut tentu sangat disayangkan, mengingat masih banyak Sumber Daya Manusia asli Nagan Raya yang mampu dan layak untuk direkrut menjadi Tenanga Ahli dalam rangka menyusun RPJP Kabupaten Nagan Raya,” Ungkap Syahrul. Rabu, (26/07/2023).

Syahrul yang juga putra asli Nagan Raya mengatakan, “Rancangan Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang merupakan arah dan prioritas pembangunan Kabupaten Nagan Raya secara menyeluruh dan akan dilakukan secara bertahap untuk mewujudkan Kabupaten Nagan Raya yang lebih baik dalam dua puluh tahun kedepan.

Baca Juga:  Wakil Ketua Gugus Tugas Covid 19, Kampanye Gaya Hidup New Normal di Aceh

Dalam menentukan akan seperti apa pembangunan Nagan Raya dua puluh tahun kedepan tentu orang Nagan Raya itu sendiri yang lebih memahami. Kata Syahrul.

Syahrul menambahkan, RPJP tidak mungkin dapat disusun dengan baik oleh para tenaga ahli yang berasal dari luar Kabupaten Nagan Raya. Terlebih lagi jika mereka tidak memahami aspek sosial, ekonomi serta demografi Kabupaten Nagan Raya secara menyeluruh.

Kemudian disisi lain, yang menjadi tanda tanya, lima dari tujuh orang tenaga ahli RPJP berasal dari satu lebaga akademik yang sama yaitu FISIP UTU, Imbunya lagi.

Baca Juga:  Deklarasikan GANAS, Gerakan Pemberantasan Narkoba Seluruh ASN Pemerintah Aceh

“Kami menilai PJ.Bupati Nagan Raya tidak cermat dalam menentukan tim tenaga ahli RPJP sehingga tidak ada satupun intelektual Nagan Raya didalamnya, yang pada akhirnya menuai protes dari kalangan masyarakat,” tutur Syahrul.

Untuk itu, demi mewujudkan RPJP 2025-2045 yang baik untuk kemajuan Kabupaten Nagan Raya, kami meminta Pj.Bupati Nagan Raya meninjau kembali keputusannya dan kemudian mengakomodir SDM Nagan Raya dalam personalia Tenaga Ahli Penyusunan RPJP. Tutup Syahrul. [r]

Penulis: Mika YunisaEditor: Mika Yunisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *