fbpx
HUKUM  

Penyaluran BPNT Diduga Bermasalah, SiGAP Minta Kinerja Dinsos Bener Meriah di Evaluasi

Ilustrasi / internet

KABARANDALAN.COM, BENER MERIAH – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bantuan sosial pangan dalam bentuk Non Tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh di duga terjadi kecurangan.

Hal itu di katakan Muhammad Jalal, Ketua Solidaritas Generasi Aceh Perubahan (SiGAP) Kabupaten Bener Meriah pada kabarandalan.com. Jumat, 10 Juli 2020.

Ia menyebutkan, merujuk kepada aturan program sembako terbaru bahwa tidak hanya beras dan telur saja yang di bagikan kepada KPM melainkan ada unsur nabati, dan protein lainnya, ungkapnya

“Disini justru berbanding terbalik, hanya telur dan beras saja yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” sebut Muhammad Jalal

Ia menambahkan, berbeda dengan kabupaten lain. Di Kabupaten lain, selain Beras dan Telur, ada penambahan Kacang Hijau yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Jalal juga menyebutkan, pihak Dinsos Dan Pemda Bener Merah tidak pernah memanggil Agen E-warong dalam penetepan harga sembako untuk BPNT.

Kata jalal, Dinas terkait tidak pernah bermusyawarah dengan E-warong, jika mereka tidak mau ikut aturan seperti itu, maka pihaknya akan mencabut status menjadi agen e-warong dan KPM diarahkan ketempat lain yang mau bekerjasama dan membagi fee kepada oknum pendamping.

“Sedangkan dalam pedoman umum penyaluran dilarang keras melakukan pengarahan, supaya Kpm hemat waktu dan hemat biaya,” tegas jalal.

Ia juga berharap, penyedia barang harus diserahkan kepada e-warong tanpa pengarahan, sehingga tidak terjadi pembengkakan harga dan praktik pungli.

Menanggapi hal tersebut, kabarandalan.com melakukan konfirmasi pada Almanar, S.Pd Kadissos Bener Meriah atas dugaan penyaluran BPNT kepada KPM melalui telfon seluler.

Ia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui masalah tersebut terlalu jauh karena ia baru menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah.

“Saya tidak terlalu mengetahui masalah tersebut terlalu jauh, sebab saya baru menduduki jabatan sebagai Kadis Sosial Bener Meriah,” ungkap Almanar.

Almanar menambahkan, pihaknya sejauh ini belum ada laporan apapun terkait permasalahan tersebut.

“Namun katanya, saya berjanji akan memanggil staf terkait untuk menanggapi masalah yang meresahkan tersebut,” tutup Almanar. (*)


Laporan : Saga
Editor : Redaksi

Baca Juga:  Kejati Aceh Selidiki Korupsi Dana Hibah 650 Milyar ke Mantan GAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *