fbpx
DAERAH  

Pabrik Pengelolaan Getah Pinus Milik PT JMI,  Menuai Kontroversi dari Masyarakat Setempat

KABARANDALAN.COM, TAKENGON – Sosialisasi sarana Instanlasi Pembunagan Air Iimbah (IPAL) pengelolan getah pinus setengah jadi milik Perushaan PT Jaya Media Internusa (JMI) yang berada Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah, Pada Hari Minggu 31 Januari 2020. Menuai kontroversi dari kalangan masyarakat, Mahasiswa, Pemuda hingga kalangan aktivis setempat. Lantaran beberapa tuntutan serta rekomendasi dari masyarakat belum terakomodir.

Kepada kabarandalan.com, Ketua Ikatan Mahasiswa Linge (IMLING), Edi Syaputra, Menjelaskan bermula dari surat undangan yang di keluarkan oleh PT JMI melalui Direktur perusahaan yang berisi agenda peusejuk  tepatnya hari Senin 1 januari 2021.

“Pihak Muspika Kecamatan, Pemuda serta Ikatan Mahasiswa Linge dan beberapa aktivis menggelar pertemuan di kantor Camat Isaq, Hal ini untuk mempertanyankan agenda yang akan dilakukan oleh perusahaan,” Kata Edi, Minggu (31/01/21).

Perusahaan melalui kebijakan Camat Linge Wen Akbar Lingga memenuhi panggilan tersebut guna untuk mengetahui tahapan tahapan yang di lakukan oleh PT. JMI, Yang mana didalam kesepakatan sebelumnya seperti yang kita ketahui bahwa Perusahaan tersebut belum memmenuhi baku mutu yang sesui dengan SOP dan UKL-UPL, Ungkap Edi.

“Tentu menjadi pertanyaan besar di benak masyarakat karena beberapa kali pihak perusahaan kerap melakukan pelanggaran tentang pencemaran lingkungan berupa Limbah, Disebabkan IPAL pada perusahaan belum selesai.”

Baca Juga:  Wakil ketua DPRA Nilai Kehadiran Perusahaan Belum Sejahterakan Masyarakat

Edi juga mengatakan masyarakat tidak menyetujui jika agenda peusejuk yang akan dilakukan oleh PT. JMI, Karenakan masyarakat menilai pihak perusahaan tersebut menggiring warga setempat untuk menerima kehadiran dan akan kembalinya PT. JMI  berproses.

Kemudian, Adanya penjelasan di balik IPAL yang belum detail di jelaskan oleh perusahaan berupa UKL-UPL dan tahap penyusunan AMDAL.

Selain itu masyarakat masih mempertanyakan konvensasi yang sudah disepakati oleh perusahaan dan masyarakat yang tergabung dalam 5 Kampung yang belum terakomodir,” Pungkas Edi.

Sosialisasi hari ini terkait, sosialisasi masalah Sarana Instalasi Pengelolan Air Limbah (IPAL) milik PT jaya Media Internusa yang di terangkan secara teknis tadi oleh ahli yang berkompeten terkait IPAL, Ujar Idham Selaku Eksternal Relasion Manajer PT JMI, Kepada kabarandalan.com, Minggu (31/01/21).

“Untuk Permasalah IPAL hari ini baru di krarifikasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Aceh Tengah, Bahwa Laboratorium (Lab) Aceh Tengah belum teragreditasi, Sehingga hasil yang di umumkan belum bisa dipakai sebagai acuan. Menurut DLHK Aceh Tengah untuk hasil Lab akan keluar pada hari Senin atau selasa, Untuk hasil uji Lab yang dari surabaya akan keluar di perkirakan sekitar 14  hari,” Katanya.

Baca Juga:  IDI Buka Pintu untuk Dokter Terawan Jika Ingin Bergabung Kembali

Rekomendasi masyarakat 5 Kampung di sekitaran area pabrik memang dalam tahap pembenahan untuk proses, Apresiasi dari masyarakat juga kita lakulan sebagai bahan Rekomendasi untuk membenahi kekurangan-kekurangan yang harus kita lengkapi. Sebahagian besar tuntutan masyarakat sudah kita penuhi, Admistrasi sudah penuh semua tinggal teknis-teknis lagi, Sebut Idham.

Persaratan admistrasi pabrik sudah ada ditangan Kita, Tinggal yang berkaitan dengan teknis, Seperti hasil getah itu harus di uji baru boleh produksi. Masalah angkutan sampai saat ini belum ada, Manajemen yang lalu sudah ada berkordinasi dengan organda, Untuk kedepannya kita akan lakukan komunikasi yang terbaik.

Idham juga menambahkan, Besok pada hari Senin (01/02/21) kita akan mengadakan acara Peusijuk untuk menandakan bahwa sudah berdiri bangunan pabrik itu, Dalam daftar tamu undangan akan hadir Bapak Bupati, Kapolres, Damdim, Kejaksaan, Gugus tugas, dan Dinas-dinas terkait lainnya, Muspika Kecamatan Linge, Para Reje Kampung dan Pemuda Setempat.

Disamping itu, Penasehat Hukum PT Jaya Media Internusa (JMI), Hamidah, Mengatakan Izin Operasi Produksi (IUP) Alhamdulilah Sudah ada, Izin tersebut sudah jauh sebelum kira-kira bangunan pabrik selesai sudah dikantongi.

Baca Juga:  Komisi 1 DPRA Apresiasi Pemerintah Aceh Kucurkan Beasiswa Rp.89,2 M

Yang baru dengan manajemen terbaru tahun 2021, Sebenarnya ingin ditunjukan tadi bahwa ini lah izin dari kementrian langsung. Tentang izin Oprasional dan Izin Angkut yang terpisah iyalah izin Angkut, Karena izin angkut setelah ada dulu berapa produksi seperti yang di sebutkan tadi sekitar 7000 sekian baru ada pengangkutan, Izin amdal juga sudah keluar itu per 2020.

“Pihak perusahan pun dengan adanya izin ini sudah berkoordinasi dengan Bupati langsung. dan Bupati pun mengatakan yang kebelakang tidak ada laporan juga apa yang menjadi keluhan masyarakat secara pemerintah juga benar apa adanya. Sehingga pihak perusahaan membangun manajemen baru tidak lagi melibatkan yang tidak kompeten dalam perushaan,” Ungkap Hamidah.

Rekomendasi masyarakat pada prinsipnya semua harus ditampung, Tapi realisasinya itukan proses. Misalnya kalau masyarakat minta jadi pimpinan kan gak langsung masyarakat jadi pimpinan layakkah dulu, Saya pribadi baru jadi penasehat hukum perusahaan.

“Untuk dana Corporate Social Responsibility (CSR) sudah ada, Akan tetapi besaran anggarannya saya tidak tahu, Karena yang baru dibahas kemarin dengan pimpinan tingkat pemampaatan air,” Tutup Hamidah. (S.03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *