fbpx

Oknum Komisi III DPRA Diminta Tak “Obok-obok” Bank Aceh Syariah Untuk Kepentingan Pribadi

Kabarandalan – Banda Aceh : Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), meminta dengan tegas oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), untuk tidak “mengobok-obok” Bank Aceh Syariah yang sedang bekerja keras merubah paradigma menuju pembangunan dan penguatan ekonomi di Aceh.

“Selama ini Bank Aceh Syariah berupaya keluar dari dominasi penyaluran kredit konsumtif dan mulai memperkuat pembiayaan sektor produktif, dalam rangka membantu penguatan ekonomi di Aceh. Langkah ini harusnya di dukung oleh Komisi III DPRA dan bukan malah mengacaukannya,” demikian diungkapkan Ketua BPI KPNPA RI Provinsi Aceh, Chaidir Hasballah, Minggu (14/6/2020).

Baca Juga:  Selama Pandemi Covid-19, Sektor Perikanan Aceh Bergerak Stabil

Dikatakan Chaidir, pemanggilan para Pimpinan Bank Aceh Syariah oleh Komisi III DPRA beberapa hari lalu, diduga erat kaitannya dengan kepentingan pribadi oknum anggota Dewan dari Komisi III tersebut. Hal ini terlihat dari beberapa pertanyaan anggota Komisi III DPRA yang mengarah ke rusaknya sistem yang telah dibangun oleh Bank Aceh Syariah.

“Bank Aceh Syariah ini kan satu-satunya Bank milik Rakyat Aceh dan Pemerintah Aceh adalah Pemegang Saham Prioritas (PSP). Jadi, jangan lagi di Obok-obok Bank milik rakyat ini hanya demi kepentingan pribadi oknum anggota Dewan Komisi III. Mari sama-sama kita beri masukan yang bersifat konstruktif agar kinerja Bank Aceh Syariah dapat berjalan lebih baik lagi dalam rangka membantu penguatan ekonomi rakyat,” ujar Chaidir Hasballah.

Baca Juga:  Badan Legislasi DPR Aceh Lakukan Kajian Materi Rancangan Qanun Karbon Aceh

Karena itu, Chaidir kembali mengingatkan Komisi III DPRA untuk tidak mengambil kesempatan demi kepentingan pribadi oknum tertentu dengan mengobok-obok Bank Aceh Syariah. Jika oknum anggota Komisi III DPRA ini tidak percaya kepada Bank Aceh Syariah, maka mereka bisa meminta Pemegang Saham Prioritas (PSP) dalam hal ini Pemerintah Aceh, untuk mendapatkan kepercayaan yang bisa memuaskan “hasrat” anggota dewan yang terhormat.

“Jika oknum Komisi III DPRA tetap menggunakan cara-cara yang terindikasi demi menyelamatkan kepentingan pribadi mereka, maka Bank Aceh Syariah akan semakin beresiko. Sekali lagi kami tegaskan bahwa ini satu-satunya Bank milik rakyat Aceh, jangan sampai oknum Komisi lll mengobok- ngobok untuk kepentingan pribadi,” demikian Chaidir Hasballah.(Red)

Baca Juga:  POKIR ANGGOTA DPRA ACEH, UGAL-UGALAN alias TIDAK TEPAT SASARAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *