fbpx

Nova Iriansyah Duduki Urutan Ke-6 Kepala Daerah Paling Responsif Tangani Covid-19

Kabarandalan – Banda Aceh : Indonesia Political Opinion (IPO) secara resmi merilis nama-nama Kepala Daerah yang memiliki tingkat responsif tinggi dalam hal penanganan pandemi covid-19.

Nama Plt Gubernur Aceh Ir.Nova Iriansyah masuk dalam urutan 10 besar kepala daerah dengan responsivitas terbaik penanganan Covid-19.

Dalam urutan nama kepala daerah tersebut, Plt Gubernur Aceh masuk dalam urutan ke-6 mengalahkan urutan Tri Rismaharini, Edy Rahmayadi dan Khofifah.

Dalam survey tersebut, IPO melakukan teknik sampling di hampir 30 provinsi dan 135 desa di Indonesia dengan 1.350 responden. Survey tersebut dilakukan dari tanggal 8 sàmpai 25 Juni 2020.

Berikut daftar 10 besar kepala daerah dengan responsivitas terbaik dalam penanganan COVID-19 versi IPO
1. Anies Baswedan 62,6%
2. Ganjar Pranowo 60,1%
3. Sri Sultan Hamengkubuwono 54,3%
4. Ridwan Kamil 53,0%
5. I Wayan Koster 48,4%
6. Nova Iriansyah 45,2%
7. Tri Rismaharini 40,1%
8. Edy Rahmayadi 40,0%
9. Sehan Salim Landjar 37,7%
10. Khofifah Indar Parawansa 36,2%

Dilansir dari laman rubrika.id Perhatian Aceh terhadap virus corona sudah dimulai sejak kabar Wuhan, Hubai, Tiongkok di lockdown diterima, 23 Januari 2020. Saat itu, di luar Tiongkok, tepatnya di Perancis, malah sudah diumumkan kasus pertama Virus Corona pada 24 Januari 2020.

Pada 26 Januari 2020, sebelum WHO memasukkan virus corona sebagai global health emergency, Posko Informasi didirikan, baik di Aceh maupun di Jakarta, dengan misi mengirim bantuan hingga keputusan evakuasi dilakukan Pemerintah Pusat, 2 Februari 2020.

Sebelum WHO menetapkan covid-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020, Aceh langsung membentuk Posko Covid-19 pada 13 Februari 2020 khususnya usai mahasiswa Aceh yang menjalani observasi di Natuna, tiba di Aceh.

Sejak itu, berbagai persiapan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Aceh dilakukan, khususnya sejak Maret 2020. Maret 2020 menjadi bulan pertama 2 WNI dinyatakan positif Covid-19, pada 2 Maret 2020.

Di Aceh sendiri, kasus positif Covid-19 pertama diumumkan pada 26 Maret 2020. Kasus pertama di Aceh ini menjadi pasien positif Covid-19 yang ke 826 secara nasional. Sampai akhir Maret 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh hanya 5 orang. Sampai 30 April 2020 jumlah kasus positif Covid 19 di Aceh masih di bawah 15 orang.

Aceh memasuki Ramadhan (23 April 2020) dan Idul Fitri 1441 Hijriah (23 Mei 2020) dengan selamat. Sampai 28 Mei 2020, jumlah kasus posiitf Covid-19 hanya 20 orang. Saat itu, Presiden RI, Joko Widodo sudah mulai mewacanakan New Normal pada 25 Mei 2020.

Sebelumnya, jelang ramadhan dan menghadapi Idul Fitri 1441 Hijriah, Pemerintah Aceh rajin mengingatkan agar senantiasa menegakkan protokol pencegahan dan penanganan Covid-19 dan sebisa mungkin menghindari mudik ramadhan dan Idul Fitri, termasuk saran untuk menjalankan ibadah di rumah.

Lonjakan Kasus

Baca Juga:  Istri Plt Gubernur Aceh Serahkan Rumah Bantuan untuk Warga Madat Aceh Timur

Peringatan yang sama juga disampaikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh baik karena arus pulang kampung maupun karena posisi Aceh yang bertetangga dengan Sumatera Utara, yang tinggi kasus posiitif Covid-19 plus abainya perilaku jarak fisik di warga.

Tanggal 16 Juni 2020 terjadi ledakan kasus positif Covid-19. 10 orang dinyatakan positif Covid-19 sehingga menjadi 37 kasus. Tanggal 21 Juni 2020 kembali bertambah 10 kasus hingga menjadi 49 kasus. Tanggal 25 Juni 2020 kembali bertambah 13 kasus sehingga menjadi 66 kasus.

Sampai 6 Juli 2020, merujuk Juru Bicara Pemerintah Pusat, total kasus positif Covid-19 di Aceh berjumlah 87 kasus, 40 sembuh dan 3 meninggal. [*]

Baca Juga:  Tenggelam Saat Mandi Di Bendungan, Dua Bocah Pintu Rime Gayo Meninggal Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *