fbpx

Mendekati Panen Raya, Harga Kopi Anjlok

Kopi menjadi komoditi andalan bagi masyarakat di dataran tinggi gayo (Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues), tidak hanya terkenal di Aceh maupun Indonesia, tapi hingga ke mancanegara.

Sebagai komoditi andalan, tentunya kopi menjadi sumber penghasilan terbesar bagi masyarakat didataran tinggi gayo, semua petani kopi berharap setiap mendekati masa panen, harga kopi berada pada posisi harga jual yang tinggi.

Tetapi apa boleh buat, ketika mendekati masa panen seperti saat sekarang ini, harga jual kopi justru anjlok.

Baca Juga:  Wajib di Contoh, PT Kalista Alam Nagan Raya Kembali Salur Dana CSR untuk Pendidikan

M.Jalal, Ketua LSM SiGAP Bener Meriah merasa ada permainan terkait penentuan harga jual kopi oleh para pelaku bisnis, untuk itu pemerintah harus segera memikirkan nasip petani kopi di Bener Meriah.

M.Jalal menjelaskan, dalam waktu dekat akan tiba waktu yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat Bener Meriah yakni panen raya. Namun sampai saat ini harga kopi masih anjlok tidak seperti biasanya.

Panen tahun lalu harga kopi tidak pernah kurang dari Rp.11.000/bambu namun tahun ini hanya Rp.6000/bambu. Terang M.Jalal.

Baca Juga:  Pembangunan 780 Unit Rumah Duafa Thn. 2021 dari Pemerintah Aceh Terus Dipacu

Masyarakat Bener Meriah banyak yang menggantungkan hidupnya dengan bertani kopi. Makan, biaya sekolah dll selalu mengharapkan dari hasil penjualan kopi, namun bagaimana jadinya kalau harga kopi terus anjlok.

Ketua SiGAP Bener Meriah meminta pemerintah dan Dinas terkait segera mencari solusi untuk masalah yang di hadapi petani kopi di Bener Meriah yang dalam waktu dekat akan tiba masa panen raya. Tutup M.Jalal. [MJ/Red]

Baca Juga:  Gubernur Minta Pedagang di Stand Aceh Ramadhan Festival Patuhi Prokes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *