fbpx

Menanti Realisasi Janji JADIN “21 Juta Per-Jiwa”

Foto : Kampanye Pasangan JADIN pada Pilkada Nagan Raya Tahun 2017 lalu. (Dok.Google)

KABARANDALAN.COM, SUKA MAKMUE – Pasangan JADIN (Jamin & Chalidin) terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nagan Raya pada Pilkada tahun 2017 dengan memperoleh suara terbanyak sejumlah 44.356 mengalahkan 4 pasangan kandidat calon bupati lainnya.

Pada masa tahapan kampanye, pasangan Jamin-Chalidin menawarkan 15 Program unggulan sebagai komoditas politiknya kepada masyarakat, salah satu dari 15 program unggulan itu adalah santunan kematian, pasangan Jamin – Chalidin menjanjikan setiap warga Nagan Raya yang meninggal dunia akan mendapat santunan sebesar Rp. 21 Juta.

Salah satu warga Nagan Raya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, janji 21 Juta per-kematian menjadi daya tarik tersendiri pada saat kampanye pasangan Jamin – Chalidin, sehingga masyarakat mantap menetapkan pilihan politiknya pada pasanga Jamin – Chalidin ketimbang kandidat lainnya.

Baca Juga:  Taliban Minta Seluruh Pegawai di Afghanistan Untuk Kembali Bekerja

“Harapannya, ketika musibah kematian menimpa warga, santunan kematian sebesar 21 juta akan dapat membantu meringankan beban bagi yang ditinggalkan, apalagi ketika yang meninggal adalah tulang punggung keluarga, tentu akan sangat membantu”. Terangnya.

“Kendati Pemerintah mengatakan sulit tetwujud, namun hingga kini kami masih berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mampu memenuhi janji – janji politiknya pada saat kampanye pilkada dulu, terutama janji pemberian santunan 21 juta per kematian itu”, Imbuhnya.

Dilansir dari laman Serambinews.com Kamis, 21 Juni 2018, Bupati Nagan Raya H.Jamin Idham mengatakan bahwa Pemerintah memiliki banyak peluang untuk merealisasikan janji kampanye pada pilkada 2017 lalu. Salah satunya adalah tentang bantuan sosial santunan kematian Rp.21 juta per kematian yang diperuntukan bagi masyarakat Nagan Raya.

Baca Juga:  Pilpres 2024, Ini Sosok Yang Layak Dampingi Airlangga Hartanto Menurut AMPI

Jamin mengatakan, jika saat ini Pemkab terus melakukan upaya sehingga hal itu dapat terealilasi. “Masih ada celah untuk merealisasikan pogram tersebut, untuk persoalan itukan kita terus melakukan koordinasi, karena langkah awal ketika kita berkoordinasi dengan BPJS katanya ada celah,” jelasnya.

Pernyataan ini menumbuhkan harapan masyarakat bahwa janji Rp.21 juta per kematian akan dapat direalisasikan. Tetapi, masyarakat harus menelan pil kekecewaan dikarnakan hingga kini janji tersebut tak kunjung diwujudkan.

Menunggu realisasi janji kampanye Jamin – Chalidin, sama lage ta preeh boh ara hanyot. Cetus salah satu warga.

“Hukum berjanji adalah boleh atau disebut juga dengan mubah. Tetapi hukum memenuhi atau menepatinya adalah wajib. Melanggar atau tidak memenuhi janji dalah haram dan berdosa”. 

Baca Juga:  Pilkada Medan : Bobby-Aulia Masih Ungguli Akhyar-Salman

Legislatif dan Eksekutif Nagan Raya semestinya bisa berkolaborasi untuk mewujudkan program santunan kematian sebesar Rp.21 Juta per jiwa dengan melahirkan product Qanun Kabupaten Nagan Raya Tentang Santunan Kematian agar kedudukan hukum atas program tersebut lebih kuat. Sehingga dalam pelaksanaannya tidak menyalahi aturan karna memiliki landasan hukum tetap (Qanun).

Jika Janji politik saat kampanye dulu benar-benar digarap dengan sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat Nagan Raya, tentunya tidak ada yang mustahil untuk mewujudkannya, terlebih Visi & Misi Jamin – Chalidin disusun oleh orang-orang berkompeten dengan analisis dan kajian mendalam, terutama analisis – kajian yuridis. [Redaksi].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *