fbpx
OPINI  

MAU SUKSES ? SILAHKAN PAHAMI SIFAT DOSENMU

By : Dr. Drs. T.M. Jamil TA, M.Si
“JIKA ENGKAU BISA MEMBACA ARTIKEL DAN KALIMAT INI, MAKA BERTERIMAKASIHLAH KEPADA GURU. ORANG HEBAT BISA MELAHIRKAN BEBERAPA KARYA BERMUTU, TAPI GURU BERMUTU BISA MELAHIRKAN RIBUAN ORANG TERHEBAT SEPERTIMU HARI INI …”

Kabarandalan – Banda Aceh : HUBUNGAN DOSEN DENGAN MAHASISWA kerapkali berlangsung rumit, tidak indah dan bahkan kadang juga membingungkan. Kadang, dua manusia beda usia itu bisa sangat mesra. Mereka seperti sepasang kekasih yang kompak bergandeng tangan di taman penuh bunga. Saling memuji, dan saling menguatkan. Mereka adalah tim yang saling melengkapi untuk merasakan indahnya dunia ini. Subhanallah.

Tapi, kadang-kadang hubungan mereka juga memanas. Keduanya terjebak pada syak wasangka dan saling membanggakan kehebatan masing-masing. Si dosen menganggap mahasiswa tak kooperatif dan kurang sungguh-sungguh belajar.

Adapun mahasiswa kerap mencurigai dosen sebagai makhluk abad 16 yang tidak bisa mengerti visi hidup anak muda. Kesalahpahaman itu dipicu oleh perbedaan perspektif. Karena itu, supaya kamu bisa kenali dosen dengan lebih baik, kesalahpahaman seperti itu tidak harus terjadi. Ketahuilah beberapa  sifat mereka ini. Semoga bisa membuatmu tersenyum dan dapat menghilangkan rasa sakit hati kepadanya. Mari kita ikuti satu persatu sifat mereka dengan baik-baik.

* DIA BUKAN MAKHLUK SERBA TAHU

Dosenmu mungkin sudah bergelar doktor atau bahkan profesor. Dia memanfaatkan sepertiga waktu yang dimilikinya untuk membaca buku. Tapi, dosen bukanlah makhluk serba tahu. Dia juga bukan paranormal, dukun atau pembaca pikiran seperti Charles Francis Xavier.

Dosen memang menghabiskan waktu puluhan tahun untuk belajar, dari S1 sampai S4 (program postdoktoral). Tapi, bidang yang mereka tekuni biasanya sangat spesifik. Seorang dosen kedokteran mungkin hanya mempelajari bidang telinga. Lebih spesifik lagi, mungkin dia hanya mempelajari telinga bagian dalam. Lebih spesifik lagi, mungkin dia cuma mempelajari telinga bagian dalam khusus telinga kiri. Lebih spesifik lagi, mungkin cuma telinga dalam bagian kiri khusus perempuan. Hhhmmm… 

Maka, tidak baik menanyakan semua hal pada mereka. Apalagi menanyakan sesuatu yang jelas-jelas tidak mereka ketahui. Jangan tanya pada dosen ekonomi soal morfologi tanah atau mengapa terjadinya gempa?.  Sebab, yang dia tahu justru hanya harga jual tanah dan perilaku makelar atau dia hanya tahu jika gempa bumi terjadi banyak orang jatuh korban dan banyak bangunan yang mungkin rusak.

* MUNGKIN KELELAHAN

Di sejumlah perguruan tinggi, rasio dosen dan mahasiswa belum cukup ideal. Ini membuat dosen harus mengajar lebih banyak kelas dari yang seharusnya. Belum lagi mereka yang memegang jabatan struktural, misalnya Rektor, Warek, Dekan, Wadek, Ketua/Sekretaris Prodi dan Kepala Laboratorium. Belum lagi yang sibuk magang di kampus lain. Pada sore hari mereka mungkin sudah merasa lelah. Jangan salahkan mereka kalau mereka tiba-tiba terlelap tidur saat presentasi di depan kelas. Jangan pernah protes. Beri dia udara yang cukup, agar silir dan makin menyenangkan. Kalau perlu, ambilkan guling sekalian untuknya. Ha… ha…

* SENANG DIALOG

Dosen memang pihak yang relatif lebih menguasai kelas. Namun, mereka bukan tipe penguasa yang memanfaatkan kekuasaannya secara totaliter. Sebaliknya, mereka ingin mendapat respon balik dari kamu sebagai mahasiswanya. Mereka ingin kamu berpendapat, memulai diskusi, debat, atau apa-pun yang memungkinkan dialog. Kalau tidak ada respon dari mahasiswa, dosen akan merasa patah hati, kecewa, galau dan persis seperti bujang yang ditolak cintanya oleh janda kembang atau janda muda baru mekar (jamur).

* TIDAK HAFAL NAMA TIAP MAHASISWA

Dalam sebuah kelas, jumlah mahasiswa mungkin bisa mencapai 30 orang atau lebih. Padahal dalam satu semester seorang dosen bisa mengajar hingga 5-10 kelas. Artinya, ada 150 atau 300 wajah baru yang harus dihafal. Ini tugas yang berat. Maka, jangan tersinggung kalau dia tidak hafal namamu. Kecuali kalau kamu adalah mahasiswa istimewa yang sejak awal menyita perhatiannya. Misalkan saja kamu mahasiswa ganteng atau mahasiswi cantik yang nyentrik :). Jika begitu, saya yakin – pasti  dosenmu akan mengingat dan bahkan memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa atau mahasiswi tersebut.

* TIDAK BACA SEMUA ISI MAKALAHMU

Percayalah, dosen tidak membaca makalahmu dari sampul hingga daftar pustaka. Kalaupun membaca, mereka akan melakukannya secara cepat. Jadi berlaku jujurlah. Karena bisa jadi pas yang dibaca milik mahasiswa yang suka menipu atau rencana menjadi “penipu”, bahaya bukan ? Berhati-hatilah jika ingin tak jujur… Hhhhmmm…

Baca Juga:  Tolak Kenaikan Harga BBM, SiGAP Aceh : Pemerintah Jangan Tambah Penderitaan Rakyat

* TELITI KARENA TERLATIH

Meski tidak membaca seluruh bagian makalahmu, dosen selalu bisa menemukan bagian-bagian yang keliru dari makalahmu. Bukan karena mereka diberkati bakat seperti dukun atau peramal, tapi karena mereka terlatih selama puluhan tahun. Dengan membaca bagian-bagian tertentu saja, dia bisa membuat diagnosis terhadap makalahmu. Itulah kehebatan dosenmu. Mau tahu kenapa dia hebat? Ya, karena mereka telah duluan lahir dan pernah juga melakukan pada dosennya dulu – seperti yang kamu lakukan padanya saat ini. Ha..ha…ha

* BERUSAHA UNTUK SELALU  DISIPLIN

Ada dosen yang jarang sekali masuk kelas. Ini bukan karena mereka malas. Mereka biasanya memiliki tugas tambahan. Misalnya, meneliti, mengadakan pengabdian, atau menulis buku. Di balik semua itu, mereka berusaha mendisiplinkan diri. Mereka telah membuat jadwal yang ketat agar bisa masuk kelas sesering mungkin. (Note: Penjelasan nomor 7 ini boleh diragukan keabsahannya). Karena banyak juga dosen tidak sibuk, tetapi pura-pura sok sibuk atau sok dekat dengan pimpinannya – Agar terlihat dosen itu hebat di mata mahasiswanya.

* DOSEN PROYEKTOR ATAU SPIDOL
Dari sekian banyak dosenmu, kamu akan mendapati ada tipe dosen proyektor. Inilah jenis dosen yang justru disibukkan urusan proyek. Dosen tipe ini memanfaatkan setiap akademik sebagai sumber penghasilan. Yang mereka pikirkan adalah uang. Ya uang lelah, uang kenduri, uang berkeringat, uang bernafas, sampai uang bersin. Dosen tipe ini suka mengambil sebagian dana penelitian atau pengabdian kepada masyarakat untuk keperluan pribadi. Yang begini ini biasanya suka sekali bikin proposal program pengabdian masyarakat. Iya, “pengabdian”.  Orang lain yang “pengab”, dan dia yang mendapatkan “dian” 🙂

* BISA KAMU SALIP

Percayalah, tidak semua dosen adalah pembaca buku yang baik. Kalaupun mereka suka membaca, energy dan waktunya mungkin terbatas. Kamu bisa menyalip kemampuan dosenmu dengan membaca buku lebih banyak dari mereka. Sehingga kamu bisa menguji dia suatu kelak nanti.

Ketahuilah tak ada yang perlu dibanggakan atau disombongkan dalam hidup ini. Semua itu hanya titipan Tuhan, dan kapan saja Allah Swt ingin mengambilnya kembali titipannya – tak ada seorangpun manusia mampu untuk menghalanginya…

* PALING BENCI DENGAN COPAS (COPY PASTE)

Ada dua hal yang paling dibenci dosen. Satu, gajinya telat. Dua, melihat tugas hasil copy paste (copas). Meskipun dia sendiri suka copas skripsi mahasiswa untuk digunakan saat usul pangkatnya.  Bagi para dosen, mahasiswa yang melakukan plagiasi berarti telah melakukan kejahatan intelektual. Hukumannya sangat berat. Padahal kalau dosen yang melakukan seperti ini juga  disebut sebagai dosen yang melakukan  kejahatan ‘seksual’ – eh.. kejahatan intelektual 🙂

* SANGAT HAFAL KELAKUAN PARA PENCONTEK

Dosen yang mengajar selama belasan tahun sudah berpengalaman ribuan kali mengawasi ujian. Pengalaman panjang ini membuat mereka hafal betul kelakuan mahasiswa yang nyontek.

Dari yang nyontek pake hape, nyontek pake kertas dilinting, sampai yang menuliskan kunci jawaban di paha, dosen pasti tahu.

Para pencontek, sebagaimana para pembohong lain, selalu menunjukkan tingkah aneh. Ekspresi wajah mereka selalu tanggung: senang tidak, sedih juga enggak. Para pecontek berusaha memfokuskan pandangan, tapi pandangan mereka justru tampak buyar. Selain itu, para pecontek selalu mengawasi penguji. Ini membuat suasana ruang ujian kerap kali tertukar: mahasiswa yang justru terus menerus mengawasi dosen. Hebat juga kan?

* TIDAK SELALU JUJUR

Ini penting diketahui. Tidak semua perkataan dosen adalah kebenaran. Dosen tertentu mungkin memiliki sesuatu yang dirahasiakan. Entah tentang kehidupannya, entah tentang gaya hidupnya di luar kampus, atau soal pandangan politiknya. Mahasiswa yang kritis akan bisa membedakan, mana ucapan dosen yang jujur dan bisa dipercaya dan mana ucapan yang meragukan sehingga perlu dikonfirmasi. Semua itu untuk menjadikanmu lebih memahami dosen yang kamu kagumi dan sayangi … 

* MEREKA SELALU MEMPERHATIKANMU

Betapa pun mereka tidak hafal namamu, dosen selalu berusaha memperhatikanmu. Dosen ingin melihat bakat yang kamu simpan. Seorang pendidik memiliki kecenderungan alami untuk peduli.

Maka, dari depan kelas sesekali dia akan mengalihkan pandangan ke arahmu. Dia ingin mencari tahu, potensi apa yang bisa dikembangkan dari diri kamu.

* SEPATU SOBEK DAN KEMEJA JADUL

Baca Juga:  Puspa Nagan Raya Ajak Semua Pihak Jaga Generasi Bangsa dari Kerusakan Moral

Misalkan saja, Dosen statistikmu mungkin beda cashing dengan dosen manajemen. Dia bisa benar-benar abaikan pada penampilan fisiknya. Dosen laki-laki mungkin tidak pernah perhatikan sepatunya begitu kusam, bahkan sobek atau tali ikat pinggang yang telah supak. Mungkin juga, dia hanya punya beberapa baju kemeja sehingga mamakainya secara berurut-turut dalam 2-3 hari. Adapun dosen perempuan, mungkin tidak suka bermake-up, seperti kunang-kunang di malam hari 🙂 Dia juga tak suka menggunakan sepatu hak tinggi seperti Ketty Perry. Selama mereka tetap mandi sebelum mengajar, maklumilah keadaan mereka…

* INGIN HUBUNGAN PERSONAL LEBIH DEKAT

SALAH seorang Dosen dan sahabat saya sendiri, dia orang jawa – pernah dicueki mahasiswanya saat ia baru mulai mengajar di Korea sebagai dosen tamu.

Mahasiswa di kelasnya satu per satu pergi meninggalkan kelas. Tentu saja itu membuatnya sedih. Sahabat saya ini – kemudian mengundang para mahasiswa untuk makan malam di apartemennya.

Bagi dia, itu kesempatan yang baik untuk mengenali mahasiswanya secara lebih dekat. Jika hubungan personal sudah mulai terjalin, komunikasi dengan mahasiswa bisa segera diperbaiki.

Dosen juga bisa memilih strategi belajar yang lebih tepat. Wow … hasilnya luar biasa. Hal yang sama juga seringkali saya lakukan di saat saya masih muda sebagai dosen dulu.

Sehingga saya bisa mengajar dan berkomunikasi lebih baik dengan mahasiswa sampai saat ini. Mungkin ini yang membedakan dosen muda dulu dengan dosen muda masa kini.

Dosen muda masa kini (tapi tidak semua juga) hanya beberapa orang saja dech – mereka lebih banyak sok gaya baik dalam berbahasa maupun dan berkomunikasi.

Sehingga terkesan angkuh dan sombong. Ya, kadang-kadang banyak juga yang sombong beneran. Agar tidak muncul fitnah – silakan dech survey atau tanyakan pada mahasiswa secara langsung. Jika perasaan saya salah – mohon untuk dimaafkan atas dosa-dosa ini…  

* BEDA, DOSEN LAKI-LAKI DAN DOSEN PEREMPUAN

Meski sama-sama berprofesi sebagai dosen, tetap ada perbedaan sifat antara dosen laki-laki dan dosen perempuan. Perbedaan dasar ini perlu diketahui mahasiswa. Dosen laki-laki mungkin suka humor, kadang-kadang sedikit berbau seks. Kalau mendapati sesuatu yang lucu, dia akan tertawa terbahak-bahak.

Dia juga tidak akan ragu melakukan kontak fisik dengan salaman, tos, atau menepuk bahu mahasiswanya. Jika ini terjadi anggap saja – dia orang tuamu, sehingga kamu tidak menilai sebagai dosen murahan dan kurang ajar padamu. Hal-hal seperti itu mungkin kurang disukai dosen perempuan. Umumnya mereka tidak senang dengan anekdot seks (meski tetap saja suka seks jika dia perempuan normal).

Itu wajar saja kok – karena  memang wanita tidak bicara seks, tetapi mau dan sering melakukan seks. Tapi tidak semua begitu juga. Anda tak perlu marah – karena kalau marah bicara tentang seks – itu artinya anda manusia munafik. Kenapa? Ya, karena Anda sendiri lahir kedunia ini hasil dari permainan seks juga kan? Hal Ini tentu saja lumrah bagi perempuan jika ia tidak suka. Sebab, sebagian anekdot berthema seks cenderung seksist, menempatkan perempuan sebagai bahan olok-olok. Kecuali kamu sesakti Stifler, dan berhati-hatilah…

* BUKAN FEODAL

Sebagai kelompok terdidik, dosen menginginkan hubungan selalu terjalin dengan sehat. Salah satu ciri hubungan sehat adalah egaliter, tidak mengancan mahasiswa dengan sikap sombong, tidak ada intimidasi satu dengan lainnya. Mereka ingin kamu menghormatinya, tapi bukan dengan ekspresi-ekspresi feodalistik. Maka, tidak perlu nunduk-nunduk berlebihan saat jalan di depannya. Kamu juga tidak harus selalu cium tangan. Apalagi kalau kamu sudah seminggu kena flue. Bisa bahaya juga kan?

* SIAP BERTUKAR BUKU

Salah seorang sahabat saya, dia kini sebagai dosen dan bertugas di Universitas Diponegoro Semarang – selalu membuka rumahnya di akhir pekan bagi mahasiswa untuk dikunjungi (Bahasa Kerennya : open house dech). Dia juga mempersilakan mahasiswa membaca dan meminjam buku-buku koleksinya. Tapi dia sedih, sebahagian bukunya tidak pernah kembali lagi. “Cuma dosen gila yang rela bukunya dipinjam mahasiswa. Tapi ya, cuma mahasiswa gila yang mau kembalikan buku ke dosennya,” kelakarnya saat kami pernah coffee morning dalam sebuah acara beberapa tahun yang lalu. Ya, hal seperti ini sering juga saya lakukan. Bahkan menurut saya meminjam buku itu sama dengan mencuri dengan cara terhormat 🙂

Baca Juga:  Kisruh Darussalam Mencoreng Perdamaian Aceh

* INGIN MEMBERIMU KEBEBASAN

Dosen tidak selalu ingin menguasai pikiranmu. Sebaliknya, dosen ingin mengajakmu ke dunia berpikir yang bebas. Jangan sampai rasa hormatmu membuatmu tidak enak hati mendebat dosen, kalau dia keliru. Dosen akan senang kalau dengan argumen yang tepat, kamu justru bisa memberinya koreksi, bahkan kamu bisa bebas ujian final lho. Maka berdebatlah dengan santun. “Saya menang justru ketika anak didik saya bisa mengalahkanku,” kurang lebih begitu pikirian para dosen – mengutip kalimat dalam sebuah iklan televisi.

* PRESENTASI PENINGGALAN ZAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA

Beberapa dosen mungkin sudah piawai menggunakan power point untuk presentasi  dan mengajar di kelas. Malah Ada dosen yang sudah mamakai Program Presentasi Model Prezi.

Tapi, ada juga dosen yang masih menggunakan OHP Projector atau menulis dipapan dengan spidol kehabisan tinta :). Kalau kamu menemukan itu, kamu tidak perlu mengolok-oloknya. Nikmati saja perkuliahan. Bayangkan saja bahwa kamu sedang diajari oleh dosen dan mahaguru dari zaman Sultan Iskandar Muda 🙂

* SELALU MENUNGGU DIAJAK MAKAN SIANG

Usai kuliah, sesekali mainlah ke ruang dosen. Ajak dia ke kantin kampus dan tawari dia makan siang. Percayalah, asal dia belum makan, Insya Allah,  dia akan menerima tawaranmu. Kesempatan makan siang bersama mahasiswa selalu ditunggu dosen untuk mencairkan suasana.

Kesempatan itu dimanfaatkan dosen untuk menunjukkan sisi humanisnya. Jangan kaget kalau dosenmu ternyata suka pete, tahu, atau rujak ya. Juga jangan kaget kalau porsi makannya tiga kali lipat lebih banyak dari kebanyakan orang.

* PERNAH HIDUP SUSAH

Dia mungkin sekarang bisa naik Mercedes Benz, Mobil Honda, atau Furtune ke kampus. Tapi percayalah, mereka tidak terlahir di kotak berjalan itu. Mobil bagus itu juga bukan warisan dari ayahnya (memang banyak juga yang warisan kakeknya). Pada umumnya Mereka membeli mobil bagus itu setelah menabung bertahun-tahun atau ngutang dan kredit, seperti saya juga kok :).

* SELALU MEMANTAU SETELAH KAMU LULUS

Petani selalu ingin melihat apakah tanaman yang ditanamnya tumbuh dengan baik atau tidak. Dosen juga seperti itu. Dia ingin tahu, apakah mahasiswa yang didiknya sudah berhasil atau belum. Mereka mungkin tidak akan menghubungimu melalui telefon, tapi sesekali dia akan mengetikkan namamu di Google. Dia berharap mesin pencari itu membawa kabar baik tentang mantan anak didiknya yang kini telah sukses.

* SENANG MENDENGAR KABAR DARI-MU

Kalau kamu sudah lulus, sudah bertahun-tahun tidak ketemu dosen, sempatkanlah memberi kabar. Mereka akan sangat senang mendengarnya. Tidak harus selalu kabar besar yang kamu sampaikan. Kabar yang sederhana pun cukup membuatnya senang. “Sekarang saya sudah menikah dan tinggal di Panton Labu, Pak,” misalnya, Atau, “Saya baru saja menemukan bunga mawar putih. Tiba-tiba saya ingat Ibu….. Di salah satu perkuliahan, ibu pernah mengajak kami ke laboratorium untuk mengulas tentang klorofil.”

* DIA SELALU BERDO’A UNTUK KEBAIKAN-MU

Ada tiga do’a yang selalu dipanjatkan seorang dosen usai mereka beribadah. Pertama, dia meminta Tuhan membantunya melunasi kredit rumah atau mobil serta dimudahkan Allah Swt untuk bisa Berhaji. Kedua, dia meminta Tuhan membantunya mencukupi tagihan pendidikan anak-anaknya. Dan Ketiga, dia meminta Tuhan membantu mahasiswanya agar dapat menjalani hidup dengan baik dan berbahagia.

Mereka mungkin tidak menyebut namamu satu persatu (sebab itu akan membuat do’anya justru seperti acara wisuda), tapi dia mengharapkanmu semua bahagia. Subhanallah … Untuk itu hormatilah dia meskipun hatimu pernah terluka dengan ucapan dan perilakunya di masa lalu.

Anggap saja ucapan yang menyedihkan atau menyakitkan itu menjadikan do’a bagimu untuk lebih cepat meraih sukses di masa depan. Insya Allah. 

Terakhir, Secara pribadi – Maafkanlah Aku, jika sikap dan sifatku selama ini tidak seperti yang dirimu inginkan. Aku Hanya manusia biasa, manusia yang dilahirkan dengan segala kelemahan, kebodohan  dan sangat miskin dengan berbagai kelebihan. Tapi yakin, dan percayalah Aku hanya ingin dirimu menjadi insan yang kaya akan kelebihan, dan itulah do’aku setiap saat untukmu semua. Amiin Yaa Rabbal Alamin. (Salam Takzim Penuh Cinta, @TM)

Penulis Adalah Dosen Sekaligus Sebagai Ketua Program Doktor (S3) IPS Pada Universitas Syiah Kuala – Banda Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *