fbpx

Mantan Narapidana Sulit Dapatkan Dukungan Rakyat

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Wakil Ketua DPP SiGAP Aceh, Lismijar, MA menyatakan bahwa pada pilkada mendatang, pihaknya sangat berkeyakinan masyarakat tidak akan memilih dan memberikan dukungan pada calon pemimpin yang backgroundnya “mantan narapidana” ujar Lismijar (Minggu/01/11/2020).

Lismijar mengatakan, walau secara hukum positif tidak ada larangan bahwa mantan narapidana maju di pilkada. Namun hal ini menjadi dilematis ketika sudah bicara soal moral seorang pemimpin yang akan menahkodai kehidupan masyarakat.

Menjadi dilematis ketika masyarakat mencari pemimpin atau leader, kacamata masyarakat tentu tidak lagi terfokus pada upaya mencari seorang calon pemimpin yang hanya sah secara aturan hukum positif semata, tetapi yang paling utama adalah moral, integritas. Aturannya dia tidak punya cacat moral, dia tidak cacat integritas, nah itu paling utama. cetus Lismijar

Baca Juga:  Sandiaga Uno Dituding Rekayasa Ijtima Ulama, Ada Apa di Gerindra ?

Lismijar menjelaskan, jika mencari seorang manajer untuk memimpin sebuah perusahaan tentu tidak terlalu masalah mantan NAPI. Namun untuk seorang pemimpin bangsa, rakyat tidak cukup hanya melihat dari aturan baku, tapi harus menjunjung tinggi moral dan integritas. Apalagi dalam konteks Aceh yang menerapkan syariat Islam, tentu sangat sulit bagi masyarakat Aceh memberikan kepercayaan pada calon pemimpin yang sudah pernah melakukan kejahatan pidana. Kata Lismijar

Baca Juga:  Demisioner Presiden Mahasiswa Al Washliyah Banda Aceh mengucapkan selamat atas pelantikan Mayjen Achmad Marzuki sebagai PJ Gubernur Aceh

Lismijar menambahkan, di zaman keterbukaan informasi seperti saat ini, tentu masyarakat Aceh sudah sangat cerdas dalam memilih calon kepala daerah. Karena itu, Lismijar sangat yakin masyarakat tidak akan mudah memilih jika mantan narapidana memaksakan kehendak mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Sebagai masyarakat yang cinta akan syariat Islam, tentu rakyat aceh saat ini sangat berharap akan hadirnya pemimpin yang punya integritas, memiliki latar belakakang yang bersih dari kasus-kasus korupsi dan mampu menjadi imam yang baik dalam memimpin rakyat menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Pemimpin yang seperti itulah yang ideal dan potensial dalam mendapat simpatisan rakyat. Tutup Lismijar Mahasiswa Doctoral UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Baca Juga:  Gubernur Aceh Sudah Negatif Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *