fbpx
HUKUM  

Kritisi BNN, SiGAP Aceh Pertanyakan Progres Program Grand Design Alternative Development (GDAD) ?

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Kabupaten Aceh Besar sebagai salah satu pilot project Program Grand Design Alternative Development (GDAD) penghujung tahun 2019 mengimplementasikan Tanam Jagung untuk memberdayakan masyarakat pada kawasan rawan kultivasi Ganja. Implementasi Program Grand Design Alternative Development di Kabupatena Aceh Besar dilakukan dengan penanaman jagung diluas lahan 30 hektar. Dimana luas areal itu terdiri dari 5 hektar di kawasan Lamteuba, 5 Hektar Lamteuy dan 20 Hektar di Lampakuk.

Dikutip dari halaman web BNN.go.id untuk tahun 2020 sudah tercantum alokasi penanaman jagung dari pusat seluas 4.000 hektar dan APBA 5.000 hektar.

Baca Juga:  Pelaporan Terhadap Wali Kota Banda Aceh Mengenai Penyerobotan Lahan, itu Salah Alamat

Program GDAD ini terkesan pura-pura dan tidak ada keseriusan sehingga dinilai tidak berefek pada perubahan, hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum DPP-SiGAP Aceh, Divisi Narkoba Musiarifsyah Putra, S.Pd.I pada media ini. Rabu, (21/7/2020).

Menurutnya program yang di pimpin BNN tersebut hanya menghabiskan energi dan anggran saja. Dilihat dari kasus selama tahun 2020 saja di Aceh Besar ada beberap titik tempat lahan ganja yang ditemukan, seperti bulan maret 2020 ditemukan 5 hektare ladang ganja di kecamatan Kuta Malaka dan 4 hektare di Kecamatan Suka Makmur. Dibulan Juli 2020 ini Polda Aceh kembali menemukan 10 hektare ladang ganja siap panen di Kecamatan Selimum.

Baca Juga:  BPI KPNPA RI Dukung Kajagung Evaluasi Posisi Kajati Hingga Kajari yang Tak Maksimal Berantas Korupsi

“Program GDAD perlu di evaluasi dengan segera, kalau tidak program ini terkesan hanya menjadi projek orientik menghabiskan uang negara”. Ucap Musyarif yang juga pemuda penggiat anti narkoba.

Musyarif sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Kapolda Aceh dalam pemberantasan narkoba.

“kami yakin Kapolda Aceh mampu menekan peredaran narkoba di Aceh. dibawah pimpinan Irjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil akan membawa perubahan untuk Aceh. Masyarakat Aceh sekarang mulai bosan dengan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan narkoba. Oleh karena itu masyarakat Aceh berharap besar pada kapolda Aceh menjadikan Aceh bebas dari Narkoba”. Tutur Musyarif. [Rilis/Red].

Baca Juga:  PMII Lhokseumawe Minta Polda Jatim Usut Tuntas Pelaku Kekerasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *