fbpx

Kreatif, Siswa SMA 1 Sungai Raya Ciptakan Alat Pencuci Tangan Dari Kursi Bekas

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Dalam rangka pencegahan penularan covid-19 menyambut era new normal dalam pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka Senin 13 juli 2020 mendatang, siswa SMA Negeri 1 Sungai Raya Aceh Timur punya ide kreatif, yaitu menciptakan alat pencuci tangan sendiri.

Menariknya alat pencuci tangan ini dibuat dengan menggunakan kursi bekas yang sudah patah dan tidak bisa dipakai lagi.

Kepala SMA Negeri 1 Sungai Raya Aceh Timur, Safrida, S.Pd, MS mengatakan, ada 12 buah alat pencuci tangan yang sudah dibuat oleh siswa di sekolah yang dipimpinnya.

Baca Juga:  Aceh Besar Siapkan 35 Hektar Lahan IPDN di Kota Jantho

“Alat pencuci tangan ini nantinya akan diletakkan di depan kelas dalam rangka pencegahan penularan covid-19 menyambut era new normal dalam pelaksanaan PBM tatap muka 13 juli 2020 Senin depan,” kata Safrida.

Selain itu, katanya, pihaknya juga melakukan pembagian masker untuk siswa dan wali siswa yang hadir ke sekolah.

Untuk wali siswa, ungkapnya, sudah dibagikan saat mengadakan rapat sosialisasi protokoler terkait akan diadakan PBM tatap muka di era new normal.

Baca Juga:  Dukung Intruksi Gubenur Aceh, Teungku Jamal ; Mari Bersabar dan Jangan Menyebar Fitnah

“Kita juga membuat face shield sendiri dari bahan sederhana, semua guru akan menggunakan face shield saat mengajar karena jika menggunakan masker siswa akan sulit memahami pelajaran karena tidak melihat gerakan mulut sang guru.”

Safrida menambahkan, di hari pertama sekolah ia telah juga meminta tenaga administrasi sekolah yang pandai dalam hal pembuatan face shield untuk masuk ke dalam kelas mengajarkan cara pembuatan face shield kepada siswa sehingga siswa semua menggunakan face shield saat proses belajar mengajar dan semua bahan dan alat disediakan oleh sekolah.

Baca Juga:  Buka Rakor Cabang Dinas, Kadisdik Ingatkan Kacabdin Optimalkan Layanan Pendidikan

“Sebelum berangkat sekolah siswa dianjurkan sarapan, berwudhu, menggunakan masker, dan membawa bekal karena kantin tidak dibolehkan dibuka,” pungkas Safrida. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *