fbpx
DAERAH  

Kobaran Api Kecewa Warga Bener Meriah di Hari Kemerdekaan Indonesia

KABARANDALAN.COM, REDELONG – Musibah kebakaran yang menghanguskan belasan ruko milik pedagang di pasar simpang tiga Kabupaten Bener Meriah pada Jumat (14/8/2020) sore lalu menyisakan kekecewaan warga kepada pihak pemerintah.

Pasalnya, saat musibah kebaran itu terjadi, hanya ada satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Bener Meriah yang tiba kelokasi, sedangkan unit pemadam lainnya dikabarkan dalam keadaan tidak layak beroperasi (rusak).

Pada akhirnya, kobaran api yang melahap sejumlah ruko itu tak mampu dipadamkan dengan cepat sebelum merambat keruko lainnya.

Untungnya, mobil pemadam kebakaran milik pemerintah daerah Aceh Tengah segera tiba untuk membantu memadamkan api sebelum melahap habis semua ruko yang ada di pasar simpang tiga Bener Meriah.

Hal tersebut menyulut api kekecewaan warga, sehingga pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020 (malam hari) warga beramai-ramai mendatangi pendopo Bupati untuk mempertanyakan tentang apa sebenarnya yang terjadi dengan armada pemadam kebakaran Kabupaten Bener Meriah, sehingga pada saat terjadi musibah kebakaran di pasar Simpang Tiga hanya ada satu unit armada mobil damkar yang dapat dioperasikan.

Namun, kedatangan ratusan warga ke pendopo Bupati Bener Meriah tidak mendapatkan jawaban dari Bupati sebagaimana yang di harapkan, Bupati hanya menyampaikan janji bahwa akan menerima warga untuk menyampaikan aspirasinya kepada Pemerintah pada hari Senin, 17 Agustus 2020, bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75 tahun.

Dan Kemarin… Senin, 17 Agustus 2020 bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia, warga mendatangi gedung DPRK Bener Meriah, warga yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Masyarakat Bener Meriah mendatangi DPRK untuk menyampaikan aspirasinya terkait dengan operasional mobil pemadam kebakaran di Kabupaten tersebut.

Putra Arita, SE Koordinator Aksi, dalam orasinya menyampaikan beberapa point tuntutan diantaranya :
1. Dengan segera mengevaluasi tatakelola Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah.
2. Dengan segera menuntut tuntas indikasi korupsi pada BPBD sehubungan dengan dana rehabilitasi damkar Kabupaten Bener Meriah.
3. Dengan segera mempertegas pemberhentian Kalaksa BPBD Bener Meriah dalam bentuk surat resmi.
4. Dengan segera mempercepat perbaikan unit damkar yang rusak.
5. Memasukan program pengadaan unit damkar sebagai program prioritas APBK-P Tahun 2020 dan menyediakan unit damkar untuk masing-masing kecamatan.
6. Dengan segera meningkatkan kesejahteraan personil damkar dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) personil damkar Bener Meriah.
7. Dengan segera memberikan kompensasi selayaknya bagi korban kebakaran akibat kelalaian pelayanan damkar.

Mukhlis salah satu orator masa pada hari itu menyebutkan masyarakat akan melayangkan mosi tidak percaya terhadap rezim Tgk.Syarkawi yang lebih mementingkan urusan politik dan pribadi dibandingkan dengan urusan rakyat, yang seharusnya menjadi tugas utama.

Ketua DPRK Bener Meriah tampak menyambut kedatangan warga dengan menaiki mobil dump yang digunakan warga untuk berorasi, diatas mobil tersebut, Saleh Ketua DPRK Bener Meriah mengatakan pihaknya akan mengabulkan tuntutan warga.

Namun warga tidak merasa puas dengan jawaban dari ketua DPRK dan meminta Bupati Bener Meriah Tgk.Syarkawi untuk hadir dan menyampaikan jawabannya atas tuntutan warga disana.

Akhirnya, setelah beberapa jam menunggu, Bupati hadir menemui masa untuk memberikan jawaban sekaligus menandatangani poin-poin tuntutan warga dan berjanji akan memenuhi semua tuntutan tersebut. Poin-poin tuntutan tersebut juga ditanda tangani oleh ketua DPRK Bener Meriah.

Aliansi Masyarakat menilai bahwa selama ini Tgk.Syarkawi Bupati Bener Meriah tidak bekerja secara serius dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat…!

Laporan : MJ.04
Editor : Redaksi







Baca Juga:  Banjir Wilayah Kecamatan Kuala Nagan Raya Mulai Surut, Warga Mulai Beraktivitas Kembali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *