fbpx

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Korban Covid-19 di RSUZA, Dimakamkan Secara Normal di Kajhu

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Sebuah insiden langka dan menegangkan terjadi di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Rabu (15/7/2020) sekitar pukul 05.30 WIB.

Satu keluarga dari Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, mengambil paksa jenazah ayah mereka yang meninggal di RSUZA untuk dimakamkan sendiri secara normal.

Padahal, pasien yang berinisial MI (63) itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Oleh pihak keluarga bersama masyarakat desa, jenazah korban corona itu difardukifayahkan (dimandikan, dikafani, dishalatkan hingga dimakamkan) secara normal, layaknya jenazah yang bukan meninggal karena Covid-19.

Insiden itu diketahui Serambinews.com siang dari Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS di Banda Aceh.

Azhar mengaku keluarga besar RSUZA sedang berduka dan kelelahan kemarin.

Soalnya, sangat banyak area yang perlu mereka lakukan dekontaminasi setelah sejumlah dokter dan paramedis di rumah sakit itu Rabu kemarin terkonfirmasi positif Covid-19.

Ratusan orang yang perlu mereka lakukan swab dengan close contact.

“Belum lagi ancaman rebutan jenazah subuh tadi dan pihak rumah sakit ‘kalah’ karena ancaman kekerasan dari pihak keluarga dan masyarakat setempat yang memaksakan bawa pulang jenazah dan tidak bersedia mengikuti prosedur pemulasaraan jenazah Covid,” ungkap Azharuddin.

Baca Juga:  3 Tahun Membangun Fondasi Pembangunan Aceh Besar

Menurut Azhar, MI meninggal sekitar pukul 03.30 WIB. Hasil tes cepat molekuler (TCM) yang dilakukan saat pasien masih dirawat menunjukkan ia positif Covid-19.

Pihak Instalasi Pemulasaraan Jenazah (lPJ) RSUZA bermaksud akan memakamkan MI sesuai SOP pemakaman jenazah korban Covid-19.

Namun, pihak keluarga tak mengizinkan. “Mereka bawa pulang paksa jenazah dan mengancam petugas,” kata Azhar lagi.

Ketegangan itu terjadi di Ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) RSUZA sekitar pukul 05.15 WIB.

Menurut Azhar, MI meninggal sekitar pukul 03.30 WIB. Hasil tes cepat molekuler (TCM) yang dilakukan saat pasien masih dirawat menunjukkan ia positif Covid-19.

Pihak Instalasi Pemulasaraan Jenazah (lPJ) RSUZA bermaksud akan memakamkan MI sesuai SOP pemakaman jenazah korban Covid-19.

Namun, pihak keluarga tak mengizinkan. “Mereka bawa pulang paksa jenazah dan mengancam petugas,” kata Azhar lagi.

Baca Juga:  FLS2N Tingkat SMA/MA Disdik Aceh Resmi di Tutup, Berikut Para Juaranya!

Ketegangan itu terjadi di Ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) RSUZA sekitar pukul 05.15 WIB.

“Sudah bermusyawarah dengan keluarga almarhum. Tapi anak dan keluargnya ngotot minta jenazah dibawa pulang.

Karena saat ini keadaan tidak aman,  kami laporkan ke Polsek Baitussalam. Apalagi
sudah mengancam petugas.

Keadaan tambah memanas. Jenazah akhirnya dibawa paksa pulang 10 menit sebelum  petugas polisi sampai ke ruang RICU,” beber Azhar.

Setelah itu, kata Azhar,  pihak RSUZA tak tahu lagi dengan SOP apa jenazah MI dimakamkan pihak keluarga bersama warga kampungnya.

“Mereka menganggap gak ada covid itu dan tak takut Covid,” tambah Azhar.

Keuchik Gampong Kajhu, Khairizal yang dihubungi Serambinews.com tadi sore mengakui bahwa MI yang barusan meninggal itu sebagai warganya.

“Ya benar, almarhum warga kampung kami. Sudah dimakamkan di Mon Singet, Kajhu,” katanya.

Saat ditanya, dengan SOP apa jenazah MI dimakamkan, menurut Keuchik Khairizal, dikebumikan secara normal layaknya orang meninggal karena sakit biasa.

Baca Juga:  Ruas Jalan Ditanam Pohon Pisang, Begini Respon Bupati Aceh Tengah

Khairizal mengaku dia dan perangkat desa tak tahu sedikit pun kalau MI meninggal karena Covid-19.

Yang tersiar di kampung itu, MI justru meninggal karena sakit jantung.

Pihak RSUZA pun mengakui bahwa almarhum  memiliki riwayat penyakit lain, yakni jantung.

Menurut Khairizal, ia tak bisa berbuat banyak lagi karena jenazah sudah dimakamkan.

“Saya pun sedang sakit nih. Sudah seminggu opname di Rumah Sakit Fakinah,” jawab Khairizal di ujung telepon.

Ia berharap dan berdoa agar keluarga besar MI maupun orang-orang yang menyelenggarakan fardu kifayah terhadap jenazahnya tidak terpapar Covid-19.

Keuchik Khairizal yang sedang terbaring sakit menginginkan pihak dinas kesehatan setempat secepatnya bergerak ke Kajhu.

Untuk mentracing pihak keluarga dan orang-orang yang sempat kontak erat dengan MI, baik semasa hidupnya maupun sebelum jenazahnya dikuburkan.

Sejauh Ini, Serambinews.com belum mendapatkan keterangan dari ahli waris MI terkait apa alasan mereka membawa pulang paksa jenazah almarhum untuk dikebumikan tanpa mengikuti SOP pemakaman jenazah korban Covid-19. (*)

Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2020/07/15/keluarga-ambil-paksa-jenazah-korban-covid-19-di-rsuza-dimakamkan-secara-normal-di-kajhu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *