fbpx
DAERAH  

Jokowi Resmikan Tol Pertama di Aceh

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, meresmikan beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sigli-Banda Aceh atau yang biasa disingkat Tol Sibanceh seksi 4 Blang Bintang-Indrapuri, di gerbang Tol Blang Bintang, Selasa (25/8/2020). [Foto: Laily Rachev,Lucas – BPMI Setpres]

KABARANDALAN.COM, ACEH BESAR – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, meresmikan beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sigli-Banda Aceh atau yang biasa disingkat Tol Sibanceh seksi 4 Blang Bintang-Indrapuri, di gerbang Tol Blang Bintang, Selasa (25/8/2020).

Tiba di Bandara Internasional sekitar pukul 10.35 Wib, Presiden langaung disambut oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Alhaytar, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanuddin dan Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada. Selanjutnya, rombongan langsung menuju ke gerbang tol Blang Bintang.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyatakan, bahwa proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Sibanceh adalah tercepat di Indonesia. Presiden meyakini, jika cara kerja seperti di Aceh diterapkan di Provinsi lain, maka akan mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Baca Juga:  SAH, Ahmad Jaden Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Periode 2021-2022

“Proses pembebasan lahan tol di Aceh ini, sepanjang yang saya tahu, paling cepat. Misalnya yang 74 kilometer ini, dari Banda Aceh ke Sigli itu sudah 86 persen, ini cepat sekali,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menjelaskan alasan peresmian tol di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Jokowi menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur tetap harus terus dijalankan karena posisi infrastruktur Indonesia masih jauh tertinggal, dibandingkan dengan negara lain.

“Pembangunan infrastruktur akan memberi daya ungkit bagi pemulihan ekonomi nasional saat ini. Selain itu, infrastruktur kita masih tertinggal yang berimbas pada biaya logistik kita menjadi lebih mahal. Inilah yang menyebabkan daya saing kita menjadi tidak baik kalau dikompetisikan dengan negara tetangga,” ujar mantan Wali Kota Solo itu.

Baca Juga:  Puji Hartini Terima Mandat ISMI, Siap Berkontribusi Majukan Ekonomi

Saat ini, tol yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya itu telah selesai proses pembangunan konstruksinya dan sudah terbit Surat Keputusan Menteri PUPR tentang Penetapan dan Pengoperasiannya. Tol Sibanceh merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Sigli – Banda Aceh seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) sepanjang 13,5 km.

Untuk diketahui bersama, Tol Sibanceh merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya selaku owner JTTS ruas Sigli-Banda Aceh berkolaborasi dengan PT Adhi Karya (Persero).
Sebagaimana diketahui Tol Sibanceh terdiri dari 6 seksi yaitu seksi 1 Padang Tiji-Seulimum (24,3 km), seksi 2 Seulimum-Jantho (7,6 km), seksi 3 Jantho–Indrapuri (16 km), seksi 4 Indrapuri–Blang Bintang (13,5 km), seksi 5 Blang Bintang–Kuta Baro (7,7 km) dan seksi 6 Kuto Baro-Baitussalam (5 km).

Tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) merupakan jalan bebas hambatan pertama yang hadir bagi masyarakat Aceh. Tol ini memiliki 2 interchange atau Simpang Susun (SS), tepatnya di Simpang Susun Indrapuri dan Simpang Susun Blang Bintang.

Baca Juga:  POSPERA Sabang Desak Pemko Publikasi Penggunaan Dana Covid-19

Selain itu, tol tersebut dilengkapi oleh 1 Gerbang Tol (GT) yaitu GT Indrapuri, 1 pasang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Tipe A yang berada di KM 54, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.

Jika proses pembangunannya selesai, mulai dari seksi 1 di Baitussalam hingga seksi 6 d Padang Tiji, Tol Sibanceh akan memiliki akses penghubung sebanyak 6 Simpang Susun (SS), 7 Gerbang Tol (GT) dan 2 pasang TIP. Tol yang membentang sepanjang 74,1 kilometer ini, akan mampu menampung sebanyak 3 ribu kendaraan setiap harinya.

Tak seperti biasanya, karena dalam suasana pandemi Covid-19, para tamu sangat dibatasi. Setiap tamu undangan yang hadir harus menunjukkan hasil swab dan dilakukan rapid test di pintu masuk lokasi acara, serta menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *