fbpx
DAERAH  

Jika Proyeks Multiyears Gagal, Masyarakat Barat Selatan Siap Tuntut Pemekaran Provinsi

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Seyogyanya pembangunan menjadi dambaan bagi semua kalangan masyarakat terutama yang berada di pedalaman, dan seharusnya pula setiap program pembangunan berkaitan dengan hajat orang banyak mendapat dukungan moril dari setiap pemangku kebijakan baik eksekutif maupun legislatif serta tokoh masyarakat.

“Akan tetapi, pada kenyataannya ada oknum legislatif yang terus memprovokasi menolak program pembangunan tersebut, seperti misalnya program pembangunan 12 ruas jalan yang termaktub dalam proyek multiyears Pemerintah Aceh, bahkan upaya untuk menggagalkannya terus dilakukan dengan menunggangi independensi kaum intelektual Mahasiswa”.

Menanggapi hal tersebut, A.Malik Musa Akademisi Fakultas Hukum Unsyiah yang Juga Ketua IKAJAYA mengatakan, “Apa yg dilakukan Plt.Gubernur Aceh Ir.H. Nova Iriansyah, MT terhadap Proyek Multiyers (Pembangunan 12 ruas jalan) adalah cita-cita lama masyarakat Aceh, sejak Ibrahim Hasan sebagai Gubernur Aceh sudah digagas jaring laba-laba untuk membuka akses jalan antar kabupaten di Aceh dan antar kecamatan di pulau Simeulue, dan menurut Nova Iriansyah apabila akses jalan sudah tembus antar kabupaten ke depan kita gagas terowongan geurute”.

“Progaram pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat harus kita dorong dan kita dukung, jika ada yang menolak dan terus melakukan upaya-upaya untuk menghambat program pembangunan tersebut, berarti tidak pro rakyat dan kedepan tidak perlu lagi mewakili rakyat Aceh di kursi parlemen”, Imbuh A. Malik Musa.

A. Malik Musa menambahkan, dibangunnya 12 ruas jalan dalam proyek multiyears akan memudahkan akses antar kabupaten yang selama ini tidak terkoneksi, imbasnya hubungan antar kabupaten akan semakin lancar, distribusi barang antar kabupaten juga akan semakin efektif dan efisien.

“Akses jalan yang baik juga akan memudahkan masyarakat dalam menyalurkan hasil bumi baik pertanian maupun perkebunan ke kabupaten lain, tentunya ini akan berefect pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat”. Ungkap A. Malik Musa.

Bagaimana pertanian dan perkebunan bisa maju dan berkembang jika akses jalan saja tidak ada atau tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Untuk mendistribusikan hasil pertanian dan perkebunan dibutuhkan akses jalan yang baik. Jika prasarananya sudah baik barulah bicara tentang sarananya, apakah mau mengembangkan sektor pertanian atau perkebunan.

“Salah jika logikanya kita bangun pertanian atau perkebunan terlebih dahulu sementara aksesnya tidak ada. Yang betul itu bangun aksesnya dulu baru bangun pertanian dan perkebunan”, Cetus A. Malik Musa.

A. Malik Musa menyampaikan, masyarakat Barat Selatan memiliki hak yang sama untuk merasakan nikmatnya kue pembangunan dan akan mendukung kebijakan Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Plt.Gubernur Aceh terkait dengan proyek multiyears.

Jika multiyears gagal karna ulah oknum legislatif dan tokoh masyarakat yang terus berupaya untuk menggagalkan proyek ini, saya siap menginisiasi forum masyarakat Barat Selatan Aceh untuk menuntut haknya dan siap pisah dari Provinsi Aceh. Tutup A. Malik Musa yang Juga Sekjen Presidium Persaudaraan Barat Selatan Aceh (PBSA).

Baca Juga:  Adnin A Salam Terpilih Jadi Ketua Periode 2021 - 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *