Kabarandalan.com – Delegasi dari Amerika Serikat dan China mengakhiri hari pertama perundingan dagang mereka di Lancaster House, London, setelah lebih dari enam jam dialog. Pertemuan ini berlangsung hingga malam hari dan disepakati akan dilanjutkan kembali pada Selasa pukul 10 pagi waktu setempat. Upaya ini mencerminkan kedua negara berupaya meredakan ketegangan terkait teknologi dan pasokan unsur logam tanah jarang, yang sangat kritikal dalam rantai pasokan global.
Fokus Utama: Logam Tanah Jarang dan Teknologi
Pembicaraan pada hari pertama tidak hanya terbatas pada tarif, tetapi juga meluas ke masalah kontrol ekspor, terutama atas logam tanah jarang. China sebelumnya membatasi ekspor agar memberikan tekanan geopolitik, memicu kekhawatiran di AS mengenai pasokan komponen penting dalam industri kendaraan listrik, elektronik tingkat tinggi, dan pertahanan . Presiden Trump secara terbuka menyatakan bahwa hubungan dengan China “tidak mudah”, meskipun laporan dari pihaknya menunjukkan pembicaraan berjalan positif .
Delegasi Tingkat Tinggi dan Harapan Global
Pihak AS membawa tim tingkat tinggi, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer. China dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng bersama delegasi teknisnya. Kehadiran Lutnick menegaskan pentingnya kontrol ekspor dan pasokan bahan kritis tersebut. Harapan kini tertuju pada keputusan selanjutnya, terutama setelah telepon antara Trump dan Xi Jinping pekan lalu yang membuka peluang pelonggaran pembatasan ekspor.
Dampak Ekonomi dan Tekanan pada Rantai Pasok
Data perdagangan menunjukkan ekspor China ke AS turun tajam hingga 34,5% pada Mei—penurunan terbesar sejak Februari 2020 saat pandemi COVID‑19 menghantam lapangan dagang internasional. Dampak penurunan ini belum sepenuhnya dirasakan dalam inflasi dan lapangan kerja di AS, namun tekanan terhadap rantai pasokan global telah nyata. Negosiasi ini hadir di tengah kekhawatiran bahwa gangguan lebih lanjut bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
Apakah Ini Fondasi Damai Dagang Jangka Panjang?
Meskipun pertemuan ini membawa angin optimisme singkat, analis memperingatkan bahwa sebuah perdamaian dagang jangka panjang masih jauh dari jangkauan. Perbedaan struktur dan kebijakan ekonomi kedua negara sangat dalam, dan tuntutan fundamental seperti akses teknologi canggih serta reformasi struktural ekonomi China masih menjadi batu sandungan . Sejauh ini, yang kemungkinan diraih hanya kesepakatan terbatas seperti pelonggaran ekspor logam tanah jarang dan beberapa konsesi teknis. Namun transformasi sistemik skala besar dipandang tidak realistis.
Pandangan Akhir
Putaran awal perundingan ini menunjukkan bahwa kedua negara benar-benar berkomitmen meredakan eskalasi tarif dan kontrol ekspor—khususnya terhadap logam tanah jarang dan komponen teknologi. Namun, hasil sejauh ini lebih bersifat simbolis dan terbatas, bukan solusi struktural. Masa depan negosiasi masih bergantung pada lanjutan pembicaraan di hari kedua, serta apakah serangkaian kesepakatan parsial dapat membentuk pijakan menuju perdamaian dagang yang lebih stabil.















