fbpx
DAERAH  

Harga Gabah Kering Merosot, Hipelmabdya: Pemkab Harus Segera Pungsikan Kilang Padi Modern

KABARANDALAN.COM, BLANGPIDIE – Ketua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa  Abdya (Hipelmabdya), Hafijal, Menyebutkan merosotnya harga gabah kering di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membuat para petani terus merugi. Hal ini Lantaran penghasilan dari hasil panen yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan ongkos yang dikeluarkan.

Biasanya, kata Hafijal, harga gabah turun disaat para petani memasuki panen raya. Karena kebutuhan ekonomi, mau tidak mau para petani harus menjual hasil panen milik mereka dengan harga rendah.

“Tidak stabilnya harga jual gabah kering tentu saja sangat merugikan petani, karena disaat yang bersamaan setelah panen padi, petani harus menutupi berbagai macam biaya pra panen dan pasca panen, sehingga petani tidak ada pilihan lain selain menjual gabah dengan harga rendah,” ungkap Hafijal melalui siaran pers yang diterima kabarandalan.com, Jumat (12/2/2021).

Baca Juga:  Langgar Undang-Undang Pers, Dua Anggota Polisi Jalani Sidang Dakwaan

Dengan kondisi seperti ini, kata Hafijal, seharusnya pihak Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten DPRK) Abdya yang membidangi masalah tersebut  lebih peka mendengar dan menyalurkan aspirasi petani kepada pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan merosotnya harga gabah.

“Bapak-bapak dewan di komisi B seharusnya lebih tau dan peka terhadap kondisi para petani di Abdya. Apalagi Bapak-bapak adalah perpanjangan lidah petani untuk menyampaikan aspirasi mereka,” ujar Hafijal.

Seharusnya DPRK Abdya melalui Komisi B memanggil bupati untuk mempertanyakan kapan kilang padi modern milik Pemkab Abdya di fungsikan untuk mengatasi persoalan merosotnya harga gabah.

Baca Juga:  Sambut Silaturahmi KAMMI,Gubernur Ingatkan Mahasiswa Istiqamah dan Smart Sikapi Isu

Sambungnya, Karena mayoritas masyarakat Abdya menggantungkan hidup disektor pertanian khususnya komoditas padi, sehingga ketika harga gabah rendah akan mengurangi pendapatan masyarakat dan hal tersebut tentu saja mengurangi daya beli dan perputaran uang di tengah-tengah masyarakat Abdya.

“Selama ini kami melihat banyak program Pemkab Abdya yang menyentuh petani, itu artinya kepedulian pemerintah terhadap petani sangat tinggi, akan tetapi kami berharap pendampingan untuk petani jangan hanya dilakukan sebelum panen tiba, yaitu dengan program membagikan bibit gratis, penggarapan lahan ada subsidi biaya, dan juga dibagikan pupuk gratis untuk perawatan padi. Namun pendampingan pasca panen kami pikir juga sama pentingnya digalakkan,” Saran Hafijal.

Baca Juga:  Tokoh Adat Nilai Keberadaan 'KAMI' Berpotensi Ciptakan Perpecahan di Aceh

Sebab menurutnya, Membiarkan petani bertarung sendiri dengan agen pengepul tentu saja membuat petani akan tetap terpaksa menjual gabah dengan harga rendah.

Pihaknya meminta DPRK untuk segera memanggil pihak terkait untuk memastikan kapan kilang padi modern yang terletak di Balai Benih Utama Kecamatan Tangan-Tangan yang dibangun menelan anggran 7,75 Miliar tersebut difungsikan.

Karena cita-cita awal pembangunan kilang padi modern itu adalah untuk membantu petani mengatasi anjloknya harga gabah keriang disaat panen raya,” Tutup Hafijal. (S.03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *