fbpx
OPINI  

GMBI : Wacana Pembatalan Proyek Multy Year oleh DPRA, Bagian Penghambat Pembangunan Aceh

Zulfikar, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Provinsi Aceh / dok.pribadi


KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Suara penolakan terhadap kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membentuk Pansus pembatalan Proyek Multy Years terus bergulir. Sejumlah elemen sipil baik Lokal maupun Nasional mengkritik kebijakan DPRA yang telah membuat pansus untuk menjenggal sejumlah proyek yang di gagas oleh pemerintah Aceh. Rabu, 22 Juli 2020.

Zulfikar, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Provinsi Aceh menolak terhadap kebijakan para Wakil Rakyat. Ia menjelaskan, apa yang diputuskan oleh pihak DPRA sebagai bentuk sikap tendesius terhadap Pemerintah Aceh, di bawah kepemimpinan Plt Nova Iriansyah.

“Kebijakan ini merupakan sikap tendisius pihak Oposisi yang menguasai perlemen Aceh untuk menjenggal kebijakan Plt dalam membuka akses daerah-daerah terpencil,” kata Zulfikar.

Kebijakan pihak DPRA ini sangat aneh, disaat Rakyat bersama pemerintah bahu membahu membuka akses dengan membangun infrastruktur jalan, justru dihadang oleh wakil Rakyat itu sendiri. Pada mereka semua dipilih untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat terutama masyarakat yang tinggal di pelosok-pelosok.

Meraka kalau saya nilai lebih mengedepan kepentingan kelompok tertentu, padahal Proyek ini sangat bermanfaat untuk kepentingan publik.

Lebih lanjut tambah Zulfikar, GMBI akan melaporkan hal ini, keketua pusat untuk diteruskan ke Presiden Jokowi Dodo supaya gagasan Plt Gubernur Aceh membuka daerah-daerah terisolir didukung penuh.

“Sebagai lembaga yang konsen dalam mengawasi pembangunan daerah, GMBI akan selalu berada di garda terdepan untuk mendukung setiap kebijakan yang berpihak terhadap kepentingan Rakyat.

Dirinya juga menambahkan bahwa, langkah DPRA membentuk pansus pembatalan Proyek Multy Year sebagai bentuk penghambatan pembangunan di kawasan-kawasan terisolir. Semestinya upaya tersebut disambut positif pihak Dewan, tuturnya. (*)

(Redaksi/D)

Baca Juga:  Logo Ulang Tahun Kabupaten Nagan Raya Ke 21 Dinilai Norak, Diduga Tukang Desain Kahabisan Ide

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *