fbpx

Edi Kamal ; SDA Sektor Migas, Potensi Kemajuan Ekonomi Aceh

Edi Kamal, Anggota DPRA. (Dok.Pribadi)

Kabarandalan – Banda Aceh : Edi Kamal, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengatakan, ladang tambang Minyak dan Gas Blok B Aceh Utara yang kini beralih pengelolaanya ke Pemerintah Aceh, diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan Ekonomi bagi Daerah Aceh. Sabtu, (21/06/2020).

Edi Kamal mengungkapkan, demi tercapainya pertumbuhan Ekonomi melalui ladang tambang Blok B Aceh Utara, pemerintah Aceh beserta PT.Pembangunan Aceh (PEMA) harus menyusun strategi khusus serta melakukan analisis swat agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.

Pemerintah dan PT.PEMA harus mengidentifikasi peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan dalam pengelolaan ladang migas blok B Aceh Utara, sehingga setiap langkah dan kegiatan yang akan dilakukan dapat terukur. Ungkap Edi Kamal

Baca Juga:  Komisi I DPR Aceh : Iskandar Tegaskan Tidak Ada Titipan Dalam Rekrutmen Anggota KIP Aceh

Edi Kamal menambahkan, potensi pertumbuhan ekonomi dari pengelolaan ladang Migas blok B Aceh Utara harus dapat di manfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah dan semua lapisan masyarakat Aceh.

Saya atas nama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memberi dukungan penuh kepada Pemerintah Aceh dan PT.Pembangunan Aceh (PEMA) untuk mengelola secara mandiri ladang migas blok B Aceh Utara. Imbuh Edi Kamal.

Kemudian, selain pengelolaan migas blok B Aceh Utara, kedepan Pemerintah Aceh juga harus mampu menetapkan suatu kawasan andalan yang berorientasi untuk mengembangkan potensi pendapatan daerah. Terang Edi Kamal.

Baca Juga:  Sekda Se-Aceh Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan Bersama Kepala Instansi Vertikal

Seperti kita ketahui bersama, Aceh merupakan salah satu Daerah yang memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah, jika SDA yang ada di Aceh mampu dikelola secara mandiri oleh pemerintah Aceh, maka hal itu tentu akan menjadikan Aceh sebagai Daerah yang maju dan berkembang. Kata Edi Kamal.

Untuk itu, pemerintah Aceh dalam hal ini PT.Pembangunan Aceh (PEMA) harus mampu mengeksplorasi dan mengeksploitasi potensi SDA yang ada di Aceh. Tambahnya

Seperti misalnya Potensi Migas di Timur laut Pulau Simeulue yang dipredeksi bisa menjadi peganti cadangan minyak Arun, Lhokseumawe. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT) bersama lembaga riset geologi dan kelautan Jerman (BGR) cadangan Migas dalam jumlah raksasa di Cekungan Busur Muka Simeulue di lepas pantai sebelah Barat Aceh diperkirakan mencapai 320 milyar Barrel.

Baca Juga:  Menanggapi Kritik konstruktif, Kini Plt Gubernur Aceh Lepas Sapi ke Padang Penggembalaan

Tentu, hal tersebut jika mampu diusahakan dan diuoayakan untuk dikelola secara mandiri oleh Pemerintah Aceh melalui PT.Pembangunan Aceh (PEMA), akan berpotensi besar terhadap kemajuan pembangunan Aceh. Tutup Edi Kamal. (SRM/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *