fbpx

Dokter Habibi Mengabdi Ditengah Pandemi

Foto : dr. Habibi, (Dok.Pribadi)

KABARANDALAN.COM, SABANG – Tepatnya di Ujung Barat Indonesia, Sebuah Kota Indah yang menjadi salah satu icon utama dari Pariwisata Republik Indonesia, Iya kota itu ialah Kota Sabang, Provinsi Aceh. Sebuah Kota yang berada di Pulau terluar barat Indonesia yaitu Pulau Weh, Pulau yang menjadi pintu utama dari perairan selat malaka.

Berlanjut dari Pusat Kota Sabang, ada sebuah desa terpencil yang kurang lebih jaraknya 15 km dari Pusat Kota, desa itu ialah Desa Jaboi.

Dari sinilah sosok Dokter Muda dr. Habibi Hibatullah memulai langkah pengabdiannya sebagai Dokter Intership Dalam Program Dokter Intership Indonesia Tahun 2020.

Berangkat dari Beureuneun Kabupaten Pidie yang merupakan Kota kelahirannya, dr. habibi merupakan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Angkatan 2012.

Baca Juga:  Presiden Jokowi akhiri kunjungan kerja di Aceh

Tidak pernah terbesit sama sekali dihatinya bahwa dia akan memulai pengabdiannya dari Sabang sebagai seorang Dokter, Namun kehendak Allah mengantarkan dirinya untuk Mengabdi dari titik nol Indonesia.

Isa salah satu tokoh masyarakat jaboi mengatakan “sangat jarang bisa saya temui seorang dokter yang begitu humble dan berbaur dengan masyarakat seperti dr. habibi.”

Lanjutnya “Anak muda ini begitu dekat dengan kami. bagi kami dr. habibi sudah kami anggap seperti saudara kami sendiri, beliau banyak menolong kami dalam berbagai kondisi bahkan 3 bulan dia disini beliau banyak memberikan edukasi-edukasi terkait permasalahan kesehatan disekitar masyarakat.”

Baca Juga:  Tolak Multi Years, Masyarakat Sesalkan Oknum DPRA Dapil Aceh IV

Sosok Dokter yang dikenal ramah dan begitu dekat dengan masyarakat ini, dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat pedalaman dalam kondisi Pandemi Covid-19 saat ini, bukan Karena keahliannya saja sebagai seorang Dokter melainkan Pola Komunikasi Persuasif yang dapat memberikan edukasi tersendiri kepada masyarakat tentang bahayanya Virus Covid-19.

Mizwar, S.Farm seorang Staf di Puskesmas Jaboi juga menambahkan “Banyak warga yang bertanya-tanya kenapa dr. habibi sudah tidak berdinas lagi disini, padahal mereka sangat berharap beliau bisa ditugaskan lama di desa ini, menurut mereka selama dr. habibi berada disini mereka sangat terbantu dalam hal konsultasi kesehatan, bahkan dr. habibi tidak keberatan sama sekali ketika diminta bantu untuk menjenguk pasien ke rumah.”

Baca Juga:  TP PKK Aceh Apresiasi Kerjasama BNN dan BKKBN

Ditengah kondisi Pandemi Covid-19 seperti saat ini, Sabang sangat membutuhkan para Tenaga Kesehatan untuk saling bahu membahu membantu masyarakat agar terhindar dari serangan Covid-19, Terlebih sabang merupakan Kota Pariwisata yang dimana mayoritas mata pencarian masyarakat bergantung pada sektor pariwisata, sehingga Sabang harus segera menuju pada Fase Recovery agar terbebas dari Pandemi Covid-19.

Banyak pesan yang bisa kita petik dari sosok dr. Habibi, Baginya Pengabdian bukan hanya sekedar seberapa jauh ia melangkah melainkan seberapa besar pengaruh dan manfaat yang bisa ia berikan kepada Masyarakat dan Bangsa.

Menjadi Dokter tidak hanya sebagai sebuah Profesi melainkan sebagai ladang pengabdian demi terwujudnya Keadilan ke seluruh Pelosok Negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *