fbpx

Dinilai Cacat Prosedural dan Regulasi, Pemilihan Dema UIN-Arraniry Pihak Rektorat Terindikasi “Bermain”

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Pemilihan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh telah usai dilaksanakan melalui Musyawarah Besar (MUBES) di Aula Lantai 3, Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry pada (02/03/21).

Mubes tersebut melahirkan hasil dimana Ahmad Jaden, yaitu mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, terpilih  menjadi ketua Dema UIN Ar-Raniry Periode 2021-2022, dengan perolehan 72 suara.

“Mubes tersebut merupakan lanjutan dari MUBES pada Sabtu (27/02/21) yang sempat ditunda dikarenakan beberapa persoalan yang terjadi, Mubes tidak berjalan dengan lancar dan semestinya,” ungkap Musrafian kepada kabarandalan.com, Kamis (04/03/21).

Dimana calon ketua Dema-U nomor urut 01 (Musrafiyan) dan 03 (Rezka Kurniawan) berserta tim memilih WalkOut dari Mubes tersebut.

Baca Juga:  Bukan Hanya Aceh, Sengkarut Pencairan Insentif Tenaga Medis Dirasakan Hampir di Seluruh Daerah di Indonesia

Musrafian menyebutkan, Mubes pun tidak sesuai asas demokrasi, yang mana Sema-U, KIP dan Rektorat terindikasi “bermain” dalam Musyawarah Besar ini. Hal tersebut lahir berlandaskan alasan dibatasinya ruang diskusi dan interupsi dalam forum mubes.

Musrafian juga menjelasakan poin-poin yang menjadi pelanggaran secara prosedural dan regulasi dalam Mubes yang dilaksanakan pada hari selasa tersebut.

“pertama, Tata Tertib (TATIB) yang disusun tidak melibatkan perwakilan seluruh lembaga internal kampus.”

“Kedua, Tatib yang disusun justru melibatkan pihak Rektorat, yang dimana tidak seharusnya pihak rektorat  mengintervensi pemilihan Ketua Dema-U.”

“Dan ketiga, Tatip yang disusun tidak boleh dimusyawarahkan di dalam forum, melainkan hanya dibaca, berdasarkan instruksi pihak rektorat untuk menghapus poin interupsi pada Tatib, hal itu dilandasi pada dalih sudah disahkannya Tatib oleh Pihak Rektorat.”

Baca Juga:  Gubernur Aceh Nilai Pelibatan Peran Masyarakat Efektif Cegah Karhutla

Senada dengan Musrafian, Rezka Kurniawan calon ketua Dema-U UIN Ar-Raniry nomor urut 3 merasa kesal dengan hasil diskusi terbatas bersama Warek 3 dan beberapa Wadek 3 se-lingkungan UIN Ar-Raniry.

“Dalam pemaparannya, Wadek 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menyampaikan bahwa salah satu poin dalam Tatib, yaitu poin Interupsi untuk dapat dihapuskan dengan landasan tidak diperkenankan adanya perdebatan kembali di dalam forum pemilihan,” Kata Rezka Kurniawan kepada kabarandala.com, Kamis (04/03/21).

“Selanjutnya Konsolidasi juga dijalankan secara sepihak oleh pihak Sema-U dan KIP, hal ini ditunjukkan oleh langsung tersedianya surat kesepakatan penyelesaian permasalahan pemilihan Dema UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang berisikan enam poin kesepakatan,” ungkapnya

Baca Juga:  Besok Plt Gubernur Aceh Lantik Tgk Amran sebagai Bupati Definitif Aceh Selatan, Cutman Ucap Selamat

kemudian diperparah dengan tidak diindahkannya usulan yang disampaikan oleh Reska, yang meminta kepada pihak Warek 3 untuk dapat didiskusikan terlebih dahulu bersama tim dari masing-masing calon.

“Poin-poin di atas menunjukkan terindikasinya Sema-U, KIP, dan pihak Rektorat bekerja sama yang bahkan usulan yang disampaikan tidak menjadi pertimbangan dalam konsolidasi” Tegas Rezka

“Sema-U dan KIP seharusnya bersifat netral, dan rektorat tidak seharusnya mengintervensi proses pemilihan ketua Dema-U,” Ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut Musrafian dan Rezka Kurniawan menganggap apapun hasil yang keluar tidak sah dan cacat secara prosedural dan regulasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *