fbpx
DAERAH  

Demi Perdamain Aceh, Mantan Panglima GAM Turun Gunung tolak Deklaras “KAMI”

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Mantan Panglima GAM Meulaboh Raya, Teuku Cutman menolak keberadaan “KAMI” di Aceh karena di anggap dapat mengancam keberlangsungan Perdamaian, dan dikhawatirkan berpotensi menganggu stabilitas keamanan danĀ  ketertiban masyarakat yang selama ini sedang berjalan kondusif di Aceh.

“Kita menolak kedatangan KAMI di Aceh karena dikhawatirkan dapat mengancam perdamaian yang sedang berlangsung saat ini di Aceh” Kata Cutman dalam orasi tolak KAMI di bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Senin, 9/11/2020.

Selain itu dalam aksi tolak keberadaan KAMI di Aceh yang di gagas oleh Gerakan Masyarakat Cinta Negara kesatuan Republik Indonesia  ( GATA NKRI), mantan Panglima GAM Cutman juga meminta serius kepada pihak Polda dan TNI di Aceh untuk bertindak tegas kepada kelompok apapun atau siapapun dengan maksud  menjalankan misi politik tersembunyi yang mengancam persatuan NKRI di Aceh.

Baca Juga:  Para Guru SMAN 15 Takengon Salurkan Paket Ramadhan untuk Siswa Kurang Mampu

“Tidak ada tempat bagi kelompok apapun dan siapapun dengan maksudĀ  menjalankan agenda politik tersembunyi yang bisa mengancam NKRI di Aceh” tegas Cut Man dalam orasinya.

Aksi tolak keberadaan KAMI yang mengatasnamakan diri GATA NKRI tersebut, dipusatkan di bundaran Simpang Lima Banda Aceh, diikuti oleh puluhan anggota elemen sipil secara tertib, dimulai  dari jam 09 sampai 10.wib, dan dikawal oleh puluhan personil Kepolisian dan TNI.

Baca Juga:  Ketua Majelis Pendidikan Aceh Lakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Simeulue

Berikut tujuan aksi yang berhasil diperoleh media ini dari pelaksanaan kegiatan tersebut:

  1. Menuntut kepada pihak keamanan terutama kepada Polda Aceh dan TNI untuk memantau secara intensif pergerakan KAMI baik berupa mobilisasi massa maupun isu-isu yang berpotensi memecah belah elemen masyarakat Aceh.
  2. Menolak keberadaan KAMI di Aceh karena dapat berpotensi mengancam keberlangsungan perdamaian Aceh dan persatuan NKRI
  1. Menolak keras kehadiran/deklarasi KAMI di Aceh karna dapat mengganggu stabilitas KAMTIBMAS yang sedang berlangsung sangat baik di Aceh.
  2. Menolak keras kehadiran/deklarasi KAMI di Aceh dengan alasan karena dapat mengganggu konsentrasi Pemerintah Pusat dalam menjalankan agenda pembangunan dan penanganan pandemi COVID-19.
  3. Mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk tidak terprovokasi dan ikut dengan ajakan propaganda KAMI dan mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk lebih cermat dalam menanggapi isu yang beredar di Aceh.
  4. Mengajak masyarakat Aceh untuk mendukung pemerintah pusat dalam upaya peningkatan kemandirian ekonomi yang berbasis kerakyatan.
  5. Mengajak masyarakat Aceh untuk mendukung Pemerintah Pusat dalam memperkuat Pancasila sebagai ideologi Bangsa.
  6. Mengajak masyarakat Aceh agar tetap produktif dan bersatu padu untuk tetap mematuhi protokol Kesehatan. [*]
Baca Juga:  Akhirnya Kemendagri Perpanjang Masa Jabatan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *