fbpx

Covid-19 di Aceh Meningkat, SiGAP : Eksekutif dan Legislatif Harus Kompak

KABARANDALAN.COM, BANDA ACEH – Sekjend Solidaritas Generasi Aceh Perubahan (SiGAP) Aceh, Hifjir, S.Pd., M.Pd menilai kasus pandemi Covid-19 di Aceh merupakan sebuah ujian berat yang membutuhkan kerjasama seluruh elemen masyarakat, terutama kekompakan elit Eksekutif dan Legislatif untuk menyamakan persepsi dalam penanganan covid-19 di Aceh.

“Wabah covid-19 merupakan ujian berat yang diberikan Allah Swt, Harus ada kerjasama semua pihak, terutama elit politik agar untuk sementara waktu mengesampingkan ego personal supaya bisa fokus pada prioritas keselamatan jiwa masyarakat Aceh”, ujar Hifjir kepada kabarandalan.com, Senin (3/8/2020).

Baca Juga:  Puji Hartini Terima Mandat ISMI, Siap Berkontribusi Majukan Ekonomi

Berdasarkan laporan dari Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid_19, Saifullah Abdulgani, jumlah kasus Covid-19 per tanggal 1 Agustus 2020 sudah mencapai 410 kasus, artinya covid-19 di Aceh semakin hari semakin meningkat, kami berharap Eksekutif dan Legislatif harus cepat mengambil sikap supaya kasus positif covid-19 tidak terus bertambah”, terang Hifjir

Lebih lanjut Hifjir juga menekankan pentingnya Elit Eksekutif-Legislatif untuk menyamakan persepsi dan kerjasama dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan membuang ego politik sektoral.

Baca Juga:  TRK Minta Balai Wilayah Sungai Sumatera I Segera Tangani Ambruknya Tanggul Sungai

“Kita harap Legislatif kompak dalam menangani Covid-19 ini dan jangan saling menuding atas kebijakan yang dibuat Pemerintah, apalagi mempolitisir dengan sikap politik untuk menjatuhkan, buang lah ego politik, rakyat butuh keseriusan dalam menangani Covid-19 ini”. Ungkap Hifjir.

Oleh karenanya, dirinya menilai pentingnya kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif untuk menentukan langkah konkrit penenagan covid-19 di Aceh, karena perkara covid-19 semakin hari terus bertambah banyak warga Aceh di sejumlah kabupaten/kota yang terinveksi dan kita prediksi tenaga medis mengalami kesulitan dalam penanganan akibat Fasilitas, APD, alat kesehatan dan jumlah perawat rumah sakit yang terbatasan. Tutup Hifjir. [Rilis/Red]

Baca Juga:  Perjuangkan Aspirasi Masyarakat, Ketua Fraksi Partai Golkar Bawa 21 Milyar Dana Reguler Ke Daerah Pemilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *