fbpx
HUKUM  

Ayah Cabuli Anak Kandung di Nagan Raya, Slogan “Agama Ta Peukong Budaya Tajaga” Dipertanyakan?

KABARANDALAN.COM, SUKA MAKMUE – Terkait kasus hangat ayah cabuli anak kandung di Nagan Raya, Teuku Cutman, SE angkat bicara, Minggu, (26/7/2020).

Menurut Cutman, misi “Agama Ta Peukong Budaya Ta Jaga” Pemerintah Kabupaten Nagan Raya saat ini yang pernah disampaikan saat berkampanye benar benar tidak dapat direalisasikan secara nyata.

“Agama ta peukong itu jangan slogan belaka, harus direalisasikan dengan dukungan anggaran untuk lembaga terkait misal seperti kasus itu (kekerasan seksual) ya lembaga yang bergerak dibidang perlindungan anak benar benar di dukung dari segi anggaran agar mereka bisa mencerdaskan warga di tingkat dusun dusun,” ungkap Cutman mantan anggota DPRK Nagan Raya itu yang sangat menyayangkan perihal itu terjadi.

Baca Juga:  Unik | "Jak Bisan Bak Mak Tuan", Adat Nagan Raya Hari Raya Tahun Pertama Pernikahan

“Kalau kita fikir secara akal sehat tidak mungkin hal itu terjadi (ayah kandung cabuli anaknya sendiri) tentu ada yang tidak beres, mungkin minim pengetahuan dalam mengamalkan nilai nilai agama,” tambah Cutman.

Ia juga meminta kepada penegak hukum agar dapat menjerat tersangka sesuai dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dengan hukuman maksimal seumur hidup dalam jeruji besi.

Baca Juga:  DPRK Nagan Raya Konsisten Terkait Sengketa Lahan Masyarakat Cot Rambong dengan PT Abiya Putra

Bupati terkait hal ini jangan hanya berdiam tanpa mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terulang kasus yang sama di kemudian hari. Menurut cutman,semakin banyak akhir-akhir ini prilaku khalwat dan asusila yang terjadi di Nagan Raya, termasuk kasus penggunaan narkoba, tutup cutmat eks GAM yang juga politisi dari Partai Nanggro Aceh (PNA). [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *