fbpx
DAERAH  

Alumni dan Pengurus MAPESGA Minta Pemerintah Dirikan Musium GAYO

Foto : Suku Gayo. (Dok.Google)

KABARANDALAN.COM, TAKENGON – Alumni Mahasiswa Peduli Sejarah Gayo (Mapesga) melaksanakan pertemuan dalam rangka membicarakan wacana pendirian museum GAYO yang nantinya akan menampilakan hal-hal berkaitan dengan sejarah, adat istiadat dan kebudayaan suku Gayo. Kamis, (08/10/2020).

Rejeki Iwan Tona, M.Pd menyampaikan, “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa suku Gayo banyak memiliki benda-benda bersejarah dan tradisional, ini dapat dijadikan sebagai media edukasi kepada para pelajar untuk lebih mengenal nilai sejarah, budaya serta kearifan lokal suku Gayo. Kemudian kita juga mengetahui bahwa dahulu terdapat kerajaan di daerah dataran tinggi Gayo yang jika kita cari mungkin masih ada benda-benda peninggalannya, seharusnya peninggalan ini menjadi sebuah warisan yang harus dijaga dan dilestarika. Maka dengan adanya sebuah museum dapat dipastikan barang-barang serta karya-karya yang memiliki nilai bersejarah bisa terjaga dengan baik”.

Baca Juga:  Muhammad (50) Warga Teumpok Perlak Matangkuli, Menderita Kanker Tenggorokan Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Selama ini generasi muda banyak tidak mengetahui sejarah dan nilai kearifan lokal suku Gayo, maka museum bisa menjadi alternative untuk pengenalan dan pembelajaran bagi siswa dan siswi kususnya didataran tinggi Gayo agar mengenal lebih detail latar belakang suku Gayo. Imbuhnya.

Suku gayo yang mendiami wilayah tengah aceh ini diketahui memiliki berbagai ragam keunikan dan kearifan lokal yang perlu dilestarikan, disampaikan oleh Jona Erwenta, M. Pd., sejarah, adat dan budaya merupakan sebuah identitas besar bagi suku bangsa maka dalam hal ini baik pemerintah kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah Maupun Kabupaten Gayo Lues perlu memikirkan secara serius tentang pendirian sebuah museum Gayo.

Baca Juga:  Demi Merah Putih, UAS Ajak Warga Patungan Beli Kapal Selam Pengganti KRI Nanggala-402

Maka dalam hal ini kami keluarga besar alumni sekaligus pengurus organisasi mahasiswa peduli sejarah Gayo (MAPESGA) meminta kepada pemerintah untuk mendirikan sebuah museum Gayo, ditengah majunya teknologi dan berkembangnya budaya barat perlu rasanya untuk tetap melestarikan nilai-nilai kearifan lokal sehingga tidak tinggal cerita namun tidak memiliki wujud atau benda. Semoga pemerintah serius dalam hal ini. Tutup Jona.

Laporan : Jalal (ID.04)
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *