fbpx
DAERAH  

3 Tahun Membangun Fondasi Pembangunan Aceh Besar

Sirath “Pengurus Besar Ikantan Pemuda Aceh Besar

Kabarandalan – Jantho : Hari ini tepat 3 Tahun Pemerintah Mawardi Ali – Husaini A. Wahab sejak 10 Juli 2017 silam dilantik. Pengurus Besar Ikantan Pemuda Aceh Besar Sirath menilai bahwa Pemerintah Aceh Besar dalam 3 tahun ini telah meletakkan kembali Fondasi Pembangunan Aceh Besar Berkelanjutan untuk masa depan, sebagaimana cita-cita para pendahulu saat Aceh Besar menentukan Ibukotanya sendiri di Kota Jantho. Jumat,(10/7/2020)

Sirath mengatakan, Fondasi pembangunan itu nyata terlihat, misalnya dengan tidak adanya lagi isu dan keinginan masyarakat yang mewacanakan pemindahan Ibukota ke daerah lain. Kemudian, pelayanan dasar telah didekatkan hingga ke sektok kecamatan. Sebagai sebuah Ibukota, Kota Jantho telah mulai terbangun Infrastruktur dan sarana pendukung sebagai sebuah Ibukota seperti Wisma Atlet, JSC, Kampus, fasilitas perbankan, dan lain sebagainya yang terus akan dikembangkan.

Baca Juga:  Pemkab Nagan Ikuti Intruksi Gubernur, Cutman Menilai Perpanjangan Belajar di Rumah Sudah Tepat

Selain itu, visi mewujudkan Kota Jantho sebagai Kota Pendidikan juga sedang bergerak menuju kearah itu, dengan keberadaan kampus ISBI dan Lahan untuk pembangunan Kampus IPDN Regional Aceh yang diperoleh tidak gampang, merupakan sebuah fondasi dasar dan semangat yang harus terus didukung semua pihak apalagi jika kampus Unsyiah II juga dapat dibangun di sana. Terang Sirath

Sirath menambahkan, Fondasi menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia dimasa mendatang juga sedang diwujudkan dalam program Sistim Pendidikan Terpadu (SPT) pada SD dan SMP untuk memberikan pendidikan karakter dan Diniyah serta program melahirkan Imam Hafidz dengan utusan 1 orang per-gampong setiap tahunnya yang dibiayai penuh pemerintah. Output program ini akan dapat dilihat hasil capaianya beberapa tahun kedepan.

Baca Juga:  Salurkan Dana CSR, Asib Amin Apresiasi PT.KA dan PT.Socfindo

Terobosan pengentasan kemiskinan juga dilakukan Mawardi Ali – Husaini A Wahab melalui Program Aceh Besar Sejahtera (Pro-Abes) yang selaras dan saling melengkapi serts mendukung program pengentasan kemiskinan dengan bantuan non tunai yang dilaksanakan pemerintah pusat seperti KIS, KIP dan PKH. Out put pelaksanaan program-program tersebut menjadikan Indeks Penurunan angka kemiskinan sejak 3 tahun ini mencapai 1,5 % berdasarkan data BPS. Ungkapnya

Gebrakan melalui program yang dilaksanakan pemerintah Aceh Besar dibawah komando Mawardi Ali dan Husaini A Wahab telah terpampang nyata sebagai fondasi dasar pembangunan Aceh Besar masa depan. Dan tentu menjadi catatan penting bahwa tidak ada lagi isu dan keinginan masyarakat Aceh Besar pemindahan ibukota selama 3 tahun ini sebagai mana pernah terjadi 5 tahun yang lalu. Tutup Sirath [*]

Baca Juga:  Wakil ketua DPRA Nilai Kehadiran Perusahaan Belum Sejahterakan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *